Ogah Tanggapi Haters, Agnez Mo: Gue Gak Akan Termanipulasi

Tasya Paramitha, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kesuksesan karier Agnez Mo seolah dengan mudah dicapai, bahkan kini telah Go International. Meski begitu, pelantun Matahariku itu mengaku kerap mendapat tanggapan miring orang lain akan pencapaian kariernya.

Karier pelantun Overdose itu sudah dimulai sejak usia dini. Berbagai keahlian pun ditunjukkan pemilik nama Agnes Monica Muljoto mulai dari menyanyi, menjadi pembawa acara, hingga akting di layar kaca.

Namun, pemilik album Whaddup A? itu mengaku tak sedikit yang menganggap bahwa pencapaiannya bukan sesuatu yang sulit diraih. Seperti apa pengalaman Agnez Mo menghadapi para haters? Berikut rangkumannya.

Tanggapan miring

Berbagai pencapaian dan kesuksesan Agnez seolah tak bisa lagi terhitung oleh jari. Di Indonesia sendiri, karya-karya miliknya mencuat dan kerap ramai diperbincangkan. Pun dengan karyanya yang telah tembus di tangga lagu internasional.

Bahkan, saat Agnez Mo mampu berada di karpet merah American Music Award 2018 lalu. Namun, hal itu nyatanya tak membuat orang-orang bungkam dan memilih tetap menyepelekannya.

Klik halaman selanjutnya untuk mengetahui lebih banyak penuturan Agnez.

"Tapi orang lain bilang halah cuma red carpet. Jadi maksud gue, orang akan selalu mengecilkan pencapaianmu," ujar Agnez Mo dalam kanal YouTube Daniel Mananta, dikutip Senin, 11 Januari 2021.

Go Internasional

Agnez Mo mengaku menjadi satu-satunya musisi Asia yang sempat menembus tangga lagu di radio musik urban. Hal itu diraihnya melalui single Overdose. Nyatanya, itu menjadi prestasi tersendiri bagi Agnez lantaran tangga lagu tersebut sangat sulit diraih.

Gue dikasih tahu waktu itu, gue waktu itu satu-satunya artis Asia yang ada di peringkat radio urban. Urban itu sangat sulit buat orang Asia masuk ke situ,” ungkap pelantun Tak Ada Logika itu.

Merasa cukup

Menurut pelantun Coke Bottle itu, prestasi tersebut sudah cukup baginya. Meski tak mencapai puncak, namun ada kebanggaan akan karyanya yang mampu mengalahkan karya musisi lain.

Baca artikel ini sampai selesai untuk membaca berita selengkapnya.

"Itu menurut gue, oh gue sudah tenang. Ini langkah yang sangat baik. Dan waktu itu di Billboard Chart ada empat atau lima peringkat yang kita masuk," imbuhnya.

Tak butuh validasi

Diakui Pemilik album Sacredly Agnezious itu, tak pernah terpikirkan olehnya untuk divalidasi oleh banyak orang akan pencapaian kariernya. Menurut teman duet Chris Brown, fokus dan tujuan utamanya dalam berkarier tak membutuhkan validasi dari siapa pun.

"Kalau gue saat itu tujuan utamanya adalah divalidasi orang, untuk bilang bahwa gue pengin go international nih... kalau itu satu-satunya yang gue pikirkan, oh gue bakal melakukan apa saja,” Agnez Mo menjelaskan.

Fokus bersyukur

Dalam perjalanan kariernya, Agnez mengaku hanya memiliki satu tujuan yakni bersyukur akan kuasa Tuhan Yang Maha Esa atas bakat yang dimilikinya. Sepanjang hidupnya pun, Agnez ogah memikirkan ujaran buruk yang diberikan terhadapnya oleh banyak orang.

"Gue enggak akan termanipulasi oleh perkataan orang-orang yang tujuannya mengecilkan berkat yang Tuhan kasih ke gue. Jadi, gue fokusnya 'Oh my God, thank you'," ungkap Agnez Mo.