OJK Ajak Investor Global Investasi di Pasar Modal Indonesia

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajak investor terutama dari Inggris untuk berinvestasi di Indonesia khususnya pasar modal. Hal ini seiring pemulihan ekonomi Indonesia yang terus membaik dan penanganan penyebaran pandemi COVID-19.

Dengan pemulihan ekonomi dan penanganan pandemi COVID-19 juga meningkatkan kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi Indonesia ke depan.

"Kami juga mencatat ada pergeseran preferensi investor asing dari Surat Berharga Negara ke pasar modal Indonesia, yang menggambarkan kepercayaan investor terhadap prospek pemulihan ekonomi Indonesia," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam acara Capital Market Day di London, Inggris, Jumat, 29 Oktober 2021, dikutip dari keterangan tertulis.

Hadir dalam acara itu Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan, Ketua Kadin Indonesia Arsyad Rasjid dan sejumlah pemimpin Himbara.

Acara tersebut juga dihadiri CEO London Stock Exchange (LSE) Group Murray Roos dan Steven Marcellino Pimpinan Global Indonesian Professionals' Association (GIPA) serta kalangan pengusaha di Inggris.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh positif 7,07 persen (yoy) pada kuartal II 2021. Pemerintah memperkirakan hingga akhir tahun pertumbuhan ekonomi mencapai 3,7 – 4,5 persen.

"Pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal dua 2021 tercatat sebesar 7,07 persen (yoy), membaik dari kinerja pada kuartal pertama 2021 yang mengalami kontraksi sebesar 0,71 persen (yoy),” ujar Luhut.

Ia menambakan, peningkatan permintaan domestik yang cukup signifikan menjadi sumber utama perbaikan kinerja produk domestik bruto (PDB) dengan seluruh komponen sisi permintaan menunjukkan pertumbuhan yang solid, terutama komponen konsumsi rumah tangga dan pemerintah.

Luhut juga menyampaikan kasus lonjakan COVID-19 dan pembatasan mobilitas yang ketat dimulai pada akhir kuartal II 2021 dan berakhir pada akhir kuartal III 2021 kemungkinan mempengaruhi angka kuartal III 2021.

Namun, dengan penanganan COVID-19 yang solid, pemulihan yang kuat pada kuartal IV 2021 masih dapat dicapai pada masa mendatang.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Penghimpunan Dana dari Pasar Modal

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso  dan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan dalam acara Capital Market Day di London, Inggris, Jumat, 29 Oktober 2021. (Dok: OJK)
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan dalam acara Capital Market Day di London, Inggris, Jumat, 29 Oktober 2021. (Dok: OJK)

Wimboh menuturkan, kepercayaan investor terhadap pasar modal dan perekonomian Indonesia juga terlihat dari nilai penghimpunan dana yang hingga 26 Oktober 2021 mencapai Rp273,9 triliun dan 40 emiten baru yang telah melakukan penawaran umum.

Jumlah ini melampaui perolehan pada 2020 sebesar Rp118,7 triliun. Selain itu, pasar modal juga mencatat lonjakan pertumbuhan investor pasar modal terutama dari kalangan milenial.

Hingga 21 September 2021 tercatat investor di pasar modal Indonesia sebanyak 6,4 juta orang atau tumbuh 100,51 persen (yoy).

“Oleh karena itu, kami mengajak anda berinvestasi di Indonesia khususnya di pasar modal dan menikmati hasil investasi yang baik,” tutur Wimboh.

Dia menuturkan, Pemerintah Indonesia telah memberikan banyak insentif investasi seperti pengurangan tarif 2 persen dari pajak penghasilan badan untuk emiten, pengurangan pajak atas bunga obligasi korporasi dari 20 persen menjadi 10 persen dan juga omnibus law yang sangat menyederhanakan perizinan untuk investor global.

Di samping itu, pemerintah juga terus membangun infrastuktur guna mempermudah akses dan meningkatkan efisiensi yang akan menambah keuntungan bagi para investor.

Optimalkan Peran Pasar Modal

Suasana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11/2015). Pelemahan indeks BEI ini seiring dengan melemahnya laju bursa saham di kawasan Asia serta laporan kinerja emiten triwulan III yang melambat. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)
Suasana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11/2015). Pelemahan indeks BEI ini seiring dengan melemahnya laju bursa saham di kawasan Asia serta laporan kinerja emiten triwulan III yang melambat. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Wimboh juga mengatakan OJK akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi dengan mengoptimalkan peran pasar modal, antara lain melalui dukungan penyusunan kebijakan yang akomodatif bagi start-up dan perusahaan teknologi berskala unicorn untuk melakukan IPO di bursa.

Selain itu, pembentukan Securities Crowdfunding (SCF) untuk UMKM, menerbitkan kerangka regulasi untuk Bank Digital, memperbarui pengaturan peer to peer lending dan meninjau pengaturan insurtech.

Selain itu juga terus membuka akses pasar modal bagi UMKM yang banyak menyerap tenaga kerja serta berorientasi ekspor dan ramah lingkungan sehingga dapat mempercepat pemulihan ekonomi.

"OJK sedang menyiapkan kebijakan mengenai Multiple Voting Shares agar para pemilik start-up dapat mempertahankan perkembangan usahanya sesuai dengan visi dan misi awal perusahaan,” ujar dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel