OJK Bagi Tips Cegah Pembobolan Rekening via Nomor Hp

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Di era digitalisasi semakin marak kejahatan di dunia maya, yang membuat kita harus lebih waspada dalam menjaga kerahasiaan data pribadi, salah satunya adalah Sim Swap.

Dikutip dari Instagram resmi OJK @ojkindonesia, Senin (13/9/2021), SIM Swap merupakan modus penipuan dengan mengambil alih nomor ponsel (SIM card) seseorang untuk dijadikan sarana pelaku kejahatan meretas akun perbankan seseorang.

Penipu biasanya melakukan penelusuran melalui akun media sosial korban hingga mendapatkan data pribadi seperti nama lengkap, tanggal lahir, nama ibu kandung.

Kemudian pelaku sudah memiliki data korban, pelaku mendatangi gerai seluler dan meyakinkan operator seluler untuk melakukan ganti nomor ponsel korban dan mengurus kembali nomor baru.

Setelah berhasil mendapatkan nomor baru, penipu akan dengan mudah melakukan transaksi perbankan dan menguasai akun digital lainnya sebab kode OTP akan dikirimkan ke nomor baru yang dimiliki oleh pelaku.

Akibatnya, SIM card yang kemudian aktif dan berlaku adalah SIM card milik pelaku, bukan lagi SIM card lama korban.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tips Mencegah

Petugas saat bertugas di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Petugas saat bertugas di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kendati begitu Anda jangan khawatir, agar terhindar dari SIM SWAP berikut tips mencegahnya:,

1. Jangan memberikan data finansial kepada siapapun

2. Ganti secara berkala semua jenis password

3. Stop mengumbar data pribadi di media sosial

4. Jangan memasukkan data pribadi di situs palsu atau sembarangan

5. Aktifkan notifikasi perbankan melalui email atau SMS.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel