OJK Catat Penghimpunan Dana dari Pasar Modal Sentuh Rp 266,82 Triliun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penghimpunan dana dari pasar modal mencapai Rp 266,82 triliun hingga 5 Oktober 2021. Pencapaian ini sudah melebihi dari 2020.

"Capaian ini melampaui perolehan tahun 2020 yang hanya Rp118 triliun,” ujar Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso dalam acara Capital Market Summit & Expo 2021, Kamis (14/10/2021).

OJK juga mencatat pertumbuhan investor di pasar modal yang mencapai 100,51 persen yoy. Ada 6,4 juta investor hingga September 2021.

Seiring dengan perkembangan IHSG, tercatat pula preferensi investor asing dan surat berharga negara Indonesia yang meningkat. Ini merupakan indikasi bukan saja domestik, tetapi global sudah memberikan sinyal positif terhadap Indonesia.

Ini juga ditunjukkan dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang di atas 6.000-an. Pada 2020, IHSG sempat sentuh level 3.000-an karena dipicu sentimen kasus COVID-19. Kemudian IHSG kembali sentuh posisi 6.000.

Pada 8 Oktober 2021 IHSG tercatat menguat ke level level 6.481,77 atau tumbuh signifikan 8,41 persen secara (ytd) dengan aliran dana non-residen tercatat masuk sebesar Rp28,38 triliun (ytd). Wimboh menuturkan, likuiditas pasar solis dan berbagai indikator keuangan terjaga sehingga dukung IHSG.

"Sehingga ini semua menunjang indeks harga saham gabungan ke posisi pra pandemi,” ujar dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

IHSG Sentuh 6.600 pada Sesi Pertama Perdagangan 14 Oktober 2021

Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau pada perdagangan Kamis (14/10/2021). Investor asing melakukan aksi beli saham dan penguatan rupiah mendukung penguatan IHSG.

Pada pra pembukaan perdagangan, IHSG menguat 0,23 persen ke posisi 6.552. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG mendaki 0,55 persen ke posisi 6.572. Indeks LQ45 menanjak 1,66 persen ke posisi 976,48. Seluruh indeks acuan kompak menghijau.

Awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.631,18 dan terendah 6.552,21. Sebanyak 262 saham menguat sehingga angkat IHSG. 211 saham melemah dan 150 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 838.006 kali.

Total volume perdagangan 8 miliar saham. Nilai transaksi Rp 5,4 triliun. Investor asing beli saham Rp 588,59 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.140.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menguat. Sedangkan indeks sektor saham IDXtransporasi melemah 1,2 persen dan IDXindustry susut 0,50 persen. Indeks sektoral IDXtechno menguat 2,34 persen, dan bukukan penguatan terbesar. Diikuti indeks sektor saham IDXbasic melonjak 2,27 persen dan IDXfinance menanjak 1,25 persen.

Sebanyak 273 saham menguat sehingga angkat IHSG. 218 saham melemah dan 147 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 680.236.

Total volume perdagangan 9,9 miliar saham dan nilai transaksi harian Rp 6,8 triliun. Investor asing beli saham Rp 770,44 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.154.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel