OJK dorong pertumbuhan ekonomi di daerah

·Bacaan 1 menit

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah karena merupakan ujung tombak perekonomian nasional.

"Kenapa daerah, karena ujungnya di daerah. Potensi pertumbuhan ada di daerah sehingga perlu didorong. Kalau Jakarta bisnisnya lebih banyak transaksi internasional," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso pada pertemuan dengan kepala daerah di Soloraya dalam rangka pemulihan ekonomi pascapandemi COVID-19 di Solo, Jumat.

Menurut dia, salah satu yang perlu dilakukan adalah upaya pemerintah daerah membangun kawasan. Menurut dia, pembangunan kawasan harus dilakukan secara terintegrasi, mulai dari terintegrasi antarpemda, bahkan nasional dan provinsi.

"Ini penting bagaimana mempercepat pemulihan ekonomi pascapandemi," katanya.

Selain itu, yang tidak kalah penting adalah mengoptimalkan sektor wisata yang ada di daerah. Menurut dia, beberapa potensi pariwisata di Soloraya yang perlu dikembangkan di antaranya Sangiran, Borobudur, dan Keraton Surakarta.

"Dalam hal ini apa yang perlu dilakukan agar mobilitas wisatawan lancar, termasuk pengembangan jalur ringroad selatan, utara," katanya.

Di sektor lain, dikatakannya, perhelatan juga bisa segera dilakukan untuk mendorong belanja masyarakat.

"Kalau perhelatan tidak dilakukan ya ekonomi akan sulit tumbuh positif," katanya.

Pihaknya mencatat pada kuartal I produk domestik bruto (PDB) secara nasional masih tumbuh negatif di angka -0,74 persen. Dengan berbagai upaya yang dilakukan, ia berharap PDB pada kuartal II sudah positif.

"Sumber PDB kita yang masih negatif dan perlu didorong di antaranya konsumsi dan investasi dalam negeri," katanya.

Baca juga: BI berkomitmen bersinergi dengan OJK tingkatkan kinerja ekonomi Bali
Baca juga: OJK gelar pertemuan strategis bangkitkan sektor Horeka Bali
Baca juga: Kang Emil minta OJK-BI tingkatkan literasi keuangan digital

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel