OJK: Dua atau Tiga Tahun Lalu, Emiten Sedikit tapi Nilainya Besar

Hardani Triyoga, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan emiten yang masuk di Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini makin banyak. Namun, nilai dari emiten-emiten tersebut justru mengecil.

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK, Yunita Linda Sari mengatakan, hingga saat ini sudah sebanyak 803 emiten yang masuk ke pasar modal. Tumbuh sekitar 12,6 persen dari 713 tahun lalu.

"Dibanding zaman dua atau tiga tahun lalu walau sedikit tapi value-nya besar. Tapi, sekarang perusahaannya banyak tapi rata-rata dari yang di-offer tidak sebanyak dulu," kata dia di Bali, Jumat, 9 April 2021.

Dari total emiten tersebut, Linda menjelaskan terdapat 671 emiten saham, 52 emiten obligasi tau sukuk. Kemudian, 80 emiten saham dan obligasi atau sukuk per 1 April 2021.

Adapun yang melantai di BEI atau pasar modal, dikatakan Linda mencapai 724 emiten. Pun, yang menjadi perusahaan publik masih sebanyak 9 emiten.

Sementara itu, secara nominal kapitalisasi hingga akhir tahun lalu sudah sebanyak Rp6.968,94 triliun. Sedangkan, kapitalisasi pasar hingga Kamis, 8 April 2021 melejit menjadi Rp7.173,15 triliun.

"Year to date-nya naiknya sudah 2,93 persen, alhamdulillah naik. Kalau dilihat dari perjalanan tahun lalu hati kayak jatuh melihat jatuhnya angka indeks, pertama kali dalam sejarah Indonesia sirkuit breaker dilakukan," jelas Linda.

Dia menekankan, perbandingan kapitalisasi pasar tersebut terhada Produk Domestik Bruto (PDB) juga terus meningkat, dari 30 Desember 2020 sebesar 45,15 persen menjadi 46,48 persen 8 April 2021.

Dari sisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dia menyatakan beberapa hari terakhir memang mengalami gejolak yang serius akibat sentimen negatif para pelaku investor institusi.

Namun, saat ini, dipastikan IHSG sudah kembali ke zona hijau. Posisi IHSG per 8 April 2021 lalu sudah kembali ke posisi 6.071,72 atau naik 1,55 persen dari posisi 30 Desember 2020 di posisi 5.979,07.

"Terakhir kemarin sudah hijau lagi. Jadi, ada beberapa isu yang sangat mempengaruhi pasar modal kita terutama dari sisi investor institusi yang beberapa sudah expressed niat untuk mengurangi investasi di pasar modal ini karena ada sentimen negatif. Mudah-mudahan ada solusinya," ujarnya.