OJK: Infrastruktur Jadi Prioritas Pasar Obligasi

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Merdeka.com
    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    MERDEKA.COM. Kementerian Perdagangan mengklaim industri fesyen muslim Indonesia saat ini paling ternama di dunia. Industri sejenis di Malaysia, negara muslim terdekat, dinilai belum mampu menyaingi. …

INILAH.COM, Jakarta - Kalau ingin meningkatkan pertumbuhan infrastruktur, salah satu sumber pendanaan yang perlu diprioritaskan adalah obligasi. Namun saat ini pasar obligasi dinilai masih belum tumbuh signifikan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida mengatakan obligasi merupakan pendanaan long investment yang berkelanjutan bagi pembangunan infrastruktur.

"Kita lihat perekonomian negara akan tumbuh kalau infrastruktur berkembang. Dalam hal ini seperti halnya jalan, itu yang cocok melalui investasi obligasi karena jatuh temponya sangat panjang," ujarnya dalam Investor Summit 2012 di Jakarta, Selasa (28/11/2012).

Saat ini presentase perbankan masih sangat dominan terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 80%. Sedangkan peran corporate bonds masih 2% terhadap PDB, juga SBN yang masih 18% terhadap PDB. "Situasi-situasi ini yang harus ditingkatkan OJK dalam mengembangkan coroprate bonds," kata dia.

Otoritas akan membuat fasilitas-fasilitas yang menarik minat investor terhadap investasi obligasi. Karena ada yang menyatakan likuiditasnya kurang banyak dan market openingnya kurang.

"Salah satu yang konkrit adalah membuat GMRA atau semacam persetujuan standar pinjam meminjam bagi obligasi," ujarnya. [hid]

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...