OJK: Infrastruktur Jadi Prioritas Pasar Obligasi

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Merdeka.com
    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    MERDEKA.COM. PT. Wijaya Karya (Wika) Tbk tengah bersiap mengerjakan proyek pembangunan hotel berbintang di kawasan Masjidil Haram, Arab Saudi.Wika menjadi sub kontraktor dari kontraktor besar Timur Tengah, Bin Ladin Group yang merupakan keluarga pendiri Al-Qaidah. …

INILAH.COM, Jakarta - Kalau ingin meningkatkan pertumbuhan infrastruktur, salah satu sumber pendanaan yang perlu diprioritaskan adalah obligasi. Namun saat ini pasar obligasi dinilai masih belum tumbuh signifikan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida mengatakan obligasi merupakan pendanaan long investment yang berkelanjutan bagi pembangunan infrastruktur.

"Kita lihat perekonomian negara akan tumbuh kalau infrastruktur berkembang. Dalam hal ini seperti halnya jalan, itu yang cocok melalui investasi obligasi karena jatuh temponya sangat panjang," ujarnya dalam Investor Summit 2012 di Jakarta, Selasa (28/11/2012).

Saat ini presentase perbankan masih sangat dominan terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 80%. Sedangkan peran corporate bonds masih 2% terhadap PDB, juga SBN yang masih 18% terhadap PDB. "Situasi-situasi ini yang harus ditingkatkan OJK dalam mengembangkan coroprate bonds," kata dia.

Otoritas akan membuat fasilitas-fasilitas yang menarik minat investor terhadap investasi obligasi. Karena ada yang menyatakan likuiditasnya kurang banyak dan market openingnya kurang.

"Salah satu yang konkrit adalah membuat GMRA atau semacam persetujuan standar pinjam meminjam bagi obligasi," ujarnya. [hid]

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...

Artikel Bisnis Terpopuler

POLL

Apakah kandidat nama cawapres Jokowi yang beredar sekarang sudah sesuai dengan harapan Anda?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat