OJK: Kinerja positif jasa keuangan jadi modal penting ekonomi tumbuh

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar mengatakan kinerja positif sektor jasa keuangan akan meningkatkan optimisme dan menjadi modal penting dalam mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi nasional.

"Hal ini meningkatkan optimisme dan menjadi modal penting dalam mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi nasional," katanya dalam acara Infobank bertajuk Top 100 CEO's and The Next Leader Forum 2022 di Jakarta, Rabu.

Mahendra mengatakan saat ini kesehatan jasa keuangan di perbankan, pasar modal dan industri keuangan nonbank (IKNB) dalam kondisi yang sudah jauh lebih baik bahkan pulih dari dampak pandemi COVID-19.

Meski demikian, ia menegaskan sektor jasa keuangan yang membukukan kinerja positif sepanjang tahun ini harus terus mencermati dan mewaspadai risiko transmisi dan efek rambatan dari eksternal shock.

Hal itu mengingat interconnectedness atau keterkaitan antara pasar keuangan domestik dan keuangan global cukup tinggi.

Volatilitas harga komoditas yang terus berlanjut serta kontraksi likuiditas global yang berpotensi menaikkan cost of fund dan mempengaruhi ketersediaan likuiditas domestik harus mampu dimitigasi dengan baik.

"Itu harus dilakukan sehingga tidak menghambat konsumsi dan investasi yang merupakan backbone ekonomi nasional," tegas Mahendra.

Selain itu, tantangan domestik lain seperti belum pulihnya scarring effect terhadap sektor maupun wilayah tertentu serta perbaikan dan transformasi keuangan digital juga harus terus menjadi perhatian agar tidak mengganggu stabilitas sektor jasa keuangan nasional.

Oleh sebab itu, Mahendra mengingatkan bahwa pelaku sektor jasa keuangan harus secara proaktif mencegah risiko pemburukan dari dalam dan luar sektor keuangan itu sendiri karena bisa sangat tidak terduga arahnya.

"Harus secara cepat merespons dengan terkoordinasi untuk melaksanakan mitigasi. Perlu disiapkan amunisi yang lengkap, tepat dan terukur," katanya.

Baca juga: Ketua OJK minta CEO jasa keuangan proaktif hadapi krisis global
Baca juga: OJK sebut digitalisasi membuat edukasi keuangan lebih efisien dan luas
Baca juga: OJK siap dorong jasa keuangan dukung ekosistem kendaraan listrik