OJK: Kondisi IHSG Cukup Baik Ketimbang Malaysia dan Filipina

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan, kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lebih baik jika dibandingkan dengan peer country seperti Malaysia dan Filipina.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen menuturkan, industri pasar modal Indonesia mampu bertahan dan sedikit demi sedikit menunjukkan pemulihan yang positif sejak pandemi COVID-19, meskipun sempat mengalami tekanan cukup berat pada kuartal I 2020.

Pada 15 Maret 2021, IHSG sudah kembali menguat dan berada pada posisi 6.324,25 atau naik 5,8 persen dibandingkan per 30 Desember 2020 yang hanya mencapai 5.979,07.

“Kondisi IHSG ini masih cukup baik, jika dibandingkan dengan peer country kita seperti Malaysia dan Filipina yang secara year to date masih mencatatkan minus masing-masing sebesar -0,4 persen dan -8,2 persen,” ujar dia dikutip dari OJK Update berjudul Setahun Pasar Modal Indonesia Tumbuh Positif, Selasa (23/3/2021).

Pasar modal Indonesia yang positif ini juga ditunjukkan dari kapitalisasi pasar modal tumbuh dari Rp 6.968,94 triliun pada 30 Desember 2020 menjadi Rp 7.401,46 triliun pada 15 Maret 2021. Total dana kelolaan reksa dana atau NAB reksa dana mencapai Rp 573,54 triliun pada 30 Desember 2020 menjadi Rp 582,17 triliun pada 15 Maret 2021.

Selain itu, total produk reksa dana tercatat 2.237 produk per 5 Maret 2021. Penawaran umum selama 2021 tercatat 27 emisi baik saham dan efek bersifat utang dan suku senilai Rp 30,53 triliun. Jumlah investor ritel (single investor id) dari 3,88 juta per 30 Desember 2020 menjadi 4,51 juta per 29 Februari 2021.

OJK yakin dengan berbagai capaian tersebut memberikan optimisme pasar modal Indonesia telah bergerak ke arah yang positif. Pasar modal Indonesia juga menjadi tempat menarik bagi para investor baik lokal dan global untuk berinvestasi.

OJK: Tingkat Literasi dan Inklusi di Pasar Modal Masih Jauh dari Harapan

Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11).  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membeberkan tingkat literasi dan inklusi di pasar modal masih jauh dari harapan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen menyebutkan, sekitar 4,9 persen untuk tingkat literasi dan 1,55 persen untuk tingkat inklusi di sektor ke pasar modal.

Oleh sebab itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan penyesuaian. Kali ini, BEI meluncurkan empat terobosan dalam rangka inovasi edukasi digital untuk pasar modal tanah air.

“Semoga kegiatan kita pada pagi hari ini dapat mendorong peningkatan literasi inklusi pasar modal di seluruh Indonesia,” kata dia dalam video konferensi, Jumat, 12 Maret 2021.

Hoesen mengatakan, empat terobosan baru ini sejalan dengan upaya SRO dan OJK dalam menyediakan sarana edukasi kepada masyarakat, terutama yang berbasis digital, untuk meningkatkan pertumbuhan investor dari kalangan akademisi dan stakeholders di tengah dampak pandemi covid-19.

"Dengan adanya inovasi edukasi digital ini diharapkan dapat meningkatkan optimisme tercapainya tingkat literasi dan inklusi di pasar modal yang lebih tinggi,” kata dia.

Empat terobosan tersebut terdiri dari IDX Virtual Tour 360, Halaman Edukasi Investasi di Website BEI dan Modul Sekolah Pasar Modal Digital, Kompetisi Galeri Investasi BEI: IDX GI-a-thon, serta konsep Galeri Investasi Edukasi BEI dan Galeri Investasi Digital BEI.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini