OJK: Koordinasi dengan BI Mutlak Dilakukan

  • Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNnews.com
    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNNEWS.COM - Sebagian besar uang gaji suami dikelola istri. Sialnya, mayoritas wanita tak punya pengetahuan pengelolaan keuangan yang bagus. …

  • Ekonom: Pemerintah Baru Perlu Naikkan Harga BBM

    Ekonom: Pemerintah Baru Perlu Naikkan Harga BBM

    Antara
    Ekonom: Pemerintah Baru Perlu Naikkan Harga BBM

    Yogyakarta (Antara)- Pemerintahan baru mendatang perlu menaikkan kembali harga bahan bakar minyak bersubsidi secara bertahap untuk mengurangi pembengkaan subsidi bahan bakar itu, kata ekonom Universitas Gadjah Mada Tony Prasetyantono. "Subsidi sulit dihilangkan sama sekali. Yang bisa dilakukan adalah secara bertahap dikurangi," kata Tony di Yogyakarta, Selasa. Ia merekomendasikan kenaikan harga subsidi bahan bakar minyak (BBM) dilakukan dengan menaikkan harga dengan kisaran Rp1.000-Rp1.500 …

  • Menkeu sebut kasus pajak BCA akibat program BPPN

    Menkeu sebut kasus pajak BCA akibat program BPPN

    Merdeka.com
    Menkeu sebut kasus pajak BCA akibat program BPPN

    MERDEKA.COM. Menteri Keuangan Chatib Basri menilai penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas skandal pajak PT Bank Central Asia Tbk yang menyeret mantan Direktur Jenderal Pajak periode 2001-2004 Hadi Poernomo, tidak berkaitan dengan sistem pajak saat ini. Sebab, pola pengajuan keberatan tagihan pajak yang dianggap merugikan negara itu cuma terjadi di masa pemulihan setelah krisis ekonomi 1998. ... …

Jakarta (ANTARA) - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Darmansyah Hadad mengatakan koordinasi antara pihaknya dengan Bank Indonesia (BI) mutlak perlu dilakukan karena keterkaitan bidang kerja yang erat.

"BI dengan OJK itu kan dekat sekali dalam arti pekerjaan. Sehingga koordinasi yang baik merupakan keharusan dan mutlak untuk dilakukan," kata Muliaman dijumpai seusai menghadiri pengucapan sumpah Agus Martowardojo sebagai Gubernur BI di hadapan Ketua Mahkamah Agung, di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan dalam undang-undang jelas disebutkan bahwa pada tahun 2014 saat pengawasan perbankan beralih dari BI kepada OJK, maka tugas BI adalah mengatur sektor makro, sedangkan OJK menggawangi sektor mikro.

Namun dia mengatakan tetap bisa terjadi adanya wilayah abu-abu terkait pengaturan dan pengawasan. Sehingga komunikasi antara kedua institusi perlu dilakukan.

"Kita akan melakukan komunikasi yang efektif, tidak hanya di level pimpinan tapi juga pada tingkatan teknis. Sehingga aturan OJK yang menyangkut makro akan dikonsultasikan ke BI, demikian juga sebaliknya," kata dia.

Di sisi lain Muliaman meyakini Agus Martowardojo selaku Gubernur Bank Indonesia yang baru akan mampu bekerja dengan baik. Sosok Agus yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Keuangan diyakini akan mempermudah koordinasi antara OJK dengan BI.

Hari ini Agus Martowardojo mengucapkan sumpah di hadapan Ketua Mahkamah Agung, menyusul surat pengangkatan dirinya sebagai Gubernur BI oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam kesempatan itu, hadir Wakil Presiden RI Boediono beserta sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II antara lain Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Pertanian Suswono, Menteri Perindustrian M.S. Hidayat, dan Menteri Keuangan Chatib Basri, beserta kalangan bankir dan pejabat negara lainnya.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...