OJK: Koperasi Perlu Diawasi Lembaga Khusus

  • Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    TRIBUNnews.com
    Survei Ipsos: 'Standar Hidup di Jakarta Lebih Mahal dari New York dan …

    TRIBUNNEWS.COM - Hasil survey standar hidup baru yang dilakukan oleh Ipsos Business Consulting Indonesia cukup mengejutkan …

  • ASUS Luncurkan Tiga Zenfone Sekaligus

    ASUS Luncurkan Tiga Zenfone Sekaligus

    Jagat Pintar
    ASUS Luncurkan Tiga Zenfone Sekaligus

    Produsen asal Taiwan, ASUS, menggebrak pasar ponsel kelas menengah dengan meluncurkan tiga seri Zenfone sekaligus. Mereka adalah Zenfone 4, Zenfone 5 dan Zenfone 6. Ketiga ponsel tersebut mengusung prosesor buatan Intel, Atom. …

  • AEKI: Tiongkok Pasar Kopi Potensial Bagi Indonesia

    Antara

    Jakarta (Antara) - Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) menyatakan Tiongkok merupakan pasar potensial ekspor biji kopi Indonesia dengan perkiraan rata-rata pertumbuhan per tahun mencapai 20 persen. "Dalam waktu lima hingga 10 tahun medatang, Tiongkok akan menjadi pasar strategis bagi Indonesia, kita akan terus perhatikan karena memang potensial untuk masa mendatang," kata Ketua Umum AEKI, Irfan Anwar, saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, Selasa. ... …

Jakarta (ANTARA) - Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Firdaus Djaelani menilai perlu ada sebuah lembaga khusus yang bisa fokus menangani pengawasan pengelolaan koperasi di Indonesia.

"Bukan maksudnya mau mengambil alih tugas pengawasan dari Kemenkop, tapi kami inginnya ada lembaga yang kompeten dan fokus menangani koperasi," kata Firdaus di sela acara Seminar Nasional "Alternatif Investasi Dalam Meningkatkan Kinerja Dana Pensiun" di Jakarta, Selasa.

Namun Firdaus tidak menyebutkan lembaga mana yang dimaksud untuk menangani koperasi karena OJK belum mengadakan pembahasan lebih lanjut dengan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UMKM).

Dasar pemikiran pengawasan koperasi itu adalah untuk mencegah adanya kasus penipuan


"Sejauh ini kita baru saran, kita harus menunggu juga pembahasan Rancangan Undang Undang Lembaga Keuangan Mikro di DPR," kata Firdaus.

Firdaus menilai pengawasan terhadap koperasi selama ini kurang atau tidak dilakukan oleh anggota dalam rapat tahunan, sehingga pengelolaannya sarat dengan praktik yang melanggar prinsip koperasi itu sendiri.

Dia mencontohkan kasus yang terjadi pada Koperasi Langit Biru (KLB) yang merupakan salah satu bentuk penyimpangan pengelolaan lembaga keuangan, meskipun banyak koperasi yang terbukti berhasil menyejahterakan anggotanya.

"Tapi masyarakat yang menjadi anggota juga minta lebih bijak dalam memilih, jangan mudah tergiur dengan imbal hasil yang tinggi atau tidak masuk akal," kata Firdaus.

Dengan adanya lembaga khusus tersebut nantinya Firdaus berharap perlindungan terhadap konsumen dapat ditingkatkan, selain juga memberikan edukasi agar masyarakat bisa memilih produk investasi yang lebih pruden.

Sebelumnya Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Syarief Hasan, sempat mengatakan fakta mengejutkan yaitu tidak semua koperasi yang mendapat izin pemerintah beroperasi secara sehat.

"Tercatat masih ada 20 persen dari sekitar 139 ribu koperasi yang yang mengantongi izin berada dalam kondisi mati suri atau tidak melakukan kegiatannya" kata Syarief.

Berbagai alasan yang menyebabkan tidak aktifnya penggiat koperasi tersebut misalnya koperasi bersangkutan ditinggalkan anggota, atau bahkan manajemen koperasi `hilang`.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...