OJK nilai perbankan di Sulteng masih sehat di tengah pandemi COVID-19

Ahmad Buchori
·Bacaan 2 menit

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kondisi perbankan di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) masih tetap sehat meski di tengah pandemi COVID-19.

Kepala OJK Sulteng Gamal Abdul Kahar mengatakan kondisi tersebut dapat dilihat dari sejumlah indikator keuangan yang menjadi dasar dalam menilai kondisi perbankan di Sulteng seperti total asset, nilai kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang ditempatkan baik di bank konvensional, bank syariah dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

“Posisi 31 Oktober 2020, total aset bank umum konvensional di Sulteng mencapai Rp44,290 triliun, naik 4,55 persen dibandingkan tahun lalu. Kemudian nilai kredit sebesar Rp30,759 triliun, juga naik 5,37 persen daripada tahun lalu,”katanya kepada ANTARA di Kota Palu, Jumat.

Sementara itu, lanjutnya, DPK yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp26,009 triliun, naik 5,37 persen. Presentase gabungan dari kredit macet, kurang lancar dan diragukan atau Non Performing Loan (NPL) gross berada pada angka 2,25 persen. Turun 19,66 persen dibandingkan tahun lalu.

“Berikutnya, bank syariah di Sulteng memiliki total aset Rp1,810 triliun, naik 5,02 persen jika dibandingkan tahun lalu. Nilai kreditnya mencapai Rp1,637 triliun, naik 10,51 peren dan DPK yang berhasil dikumpulkan sebanyak Rp1,267 triliun, naik 16,75 persen,”ujarnya.

Adapun presentase pembiayaan bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) gross tercatat 2,60 persen, minus 26,87 persen dibandingkan tahun 2019.

“Kemudian BPR. OJK mencatat total asset BPR di Sulteng mencapai Rp2,667 triliun atau naik 3,34 persen, nilai kredit Rp2,342 triliun atau naik 3,07 persen dan DPK yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp958,4 miliar atau naik 4,30 persen,”tambahnya.

Gamal menyatakan perbankan di Sulteng cukup kuat bertahan di tengah pandemic COVID-19, bahkan mampu tumbuh positif. Ia berharap kondisi tersebut dapat terus bertahan.

Baca juga: IJK Sulteng terapkan keringanan bagi debitur terdampak COVID-19

Baca juga: Indeks literasi dan inklusi keuangan Sulteng 2019 di atas nasional

Baca juga: OJK: DPK BPR di Propinsi Sulteng hingga Agustus 2020 menurun