OJK: Pasar Keuangan Triwulan I Stabil

  • Akuisisi BTN Ancam Keberlangsungan KPR Bersubsidi

    Akuisisi BTN Ancam Keberlangsungan KPR Bersubsidi

    Antara
    Akuisisi BTN Ancam Keberlangsungan KPR Bersubsidi

    Jakarta (Antara) - Ketua Serikat Pekerja Bank BTN Satya Wijayantara mengkhawatirkan rencana akuisisi BTN akan mengancam keberlangsungan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi. "Selama ini bank yang peduli menyalurkan KPR melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) hanya BTN, sedangkan bank lain lebih suka menyalurkan KPR komersial," kata Satya usai orasi penolakan akuisisi BTN di Jakarta, Minggu. ... …

  • Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    Merdeka.com
    Dahlan dianggap bikin blunder melebur BTN-Mandiri

    MERDEKA.COM. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meneruskan gagasan yang sudah dicetuskan sejak era Menteri Tanri Abeng, yakni meleburkan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menjadi anak usaha PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Keduanya adalah bank pelat merah yang telah melantai di bursa saham. …

  • Agus Marto: BI Hanya Awasi Prudensial

    Agus Marto: BI Hanya Awasi Prudensial

    TRIBUNnews.com
    Agus Marto: BI Hanya Awasi Prudensial

    TRIBUNNEWS.COM - Agus menyerahkan hal tersebut kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan …

Jakarta (ANTARA) - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D Hadad mengatakan perkembangan berbagai indikator pasar keuangan pada triwulan I/2013 terlihat stabil dan cenderung positif.

"Langkah-langkah kebijakan yang ditempuh otoritas perekonomian berhasil meredam tekanan-tekanan pada nilai tukar akibat perlambatan ekonomi global dan naiknya inflasi karena pengaruh harga pangan," kata Muliaman Hadad saat pemaparan laporan keuangan triwulan I/2013 di Jakarta, Rabu.

Berdasarkan laporan keuangan triwulan I OJK, indeks harga saham terus menunjukkan kenaikan yang signifikan dengan pertumbuhan tertinggi ketiga setelah Jepang dan Filipina. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat 4940,99 atau tumbuh 14,46 persen ("year to date"/ytd).

Kapitalisasi pasar mencapai Rp4.812,79 triliun atau menguat 16,62 persen. Dengan perkembangan tersebut, rasio kapitalisasi saham terhadap produk domestik bruto mencapai 58,39 persen atau meningkat dari 50,07 persen pada akhir 2012.

"Pasar modal juga semakin berperan dalam memberikan alternatif pembiayaan bagi dunia usaha. Dalam triwulan I, jumlah perusahaan yang melakukan penawaran umum sebanyak 20 perusahaan atau meningkat 122,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," tutur Muliaman.

Jumlah emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada akhir Maret 2013 mencapai 464 emiten saham, meningkat dari 459 emiten pada akhir 2012. Secara total, penghimpunan dana oleh dunia usaha dari pasar modal selama triwulan I mencapai Rp21,84 triliun yang berasal dari penawaran umum saham Rp1,39 triliun, "right issue" Rp1,44 triliun dan emisi obligasi korporasi Rp19,00 triliun.

Kondisi yang sedikit berbeda terjadi di pasar obligasi akibat kekhawatiran akan meningkatnya inflasi yang sempat terjadi pada triwulan I mendorong para investor menempatkan dananya pada instrumen investasi lain yang memberikan imbal hasil lebih tinggi dibandingkan obligasi, khususnya surat berharga negara.

Volume dan nilai perdagangan surat berharga negara menurun masing-masing sebesar 28,92 persen menjadi Rp436,59 triliun dan 29,58 persen menjadi Rp470,14 triliun dibanding akhir tahun lalu. Sebaliknya volume dan nilai transaksi obligasi korporasi menguat 4,85 persen menjadi Rp45,28 triliun dan 4,87 persen menjadi Rp45,83 triliun. (tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...