OJK Sebut Akselerasi Digital di Indonesia Bisa Tumbuh Lebih Cepat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso membeberkan tiga poin terkait digitalisasi utamanya untuk sektor keuangan.

Pertama, Wimboh menyebutkan Indonesia secara alami memiliki potensi untuk berkembang lebih cepat melalui digitalisasi dibandingkan negara lain. Hal ini tak lepas dari adanya bonus demografi, sehingga dasi sisi jumlah akan unggul.

“Penduduk kita 270 juta orang dan ini akan tumbuh terus,” kata Wimboh dalam Indonesia Fintech Summit, Rabu (11/11/2002). Sehingga potensi berkembangnya lebih cepat dibandingkan negara dengan penduduk yang lebih sedikit.

Oleh sebab itu, Wimboh mengatakan tak heran jika Indonesia dibidik seluruh dunia untuk produk digital.

Kedua, lanjut Wimboh, yakni kebijakan otoritas yang akomodatif. “Ini sangat penting. Berbagai diskusi terus kita lakukan agar masyarakat bisa mendapatkan service dengan cepat, dengan ongkos yang murah dan kualitas yang bagus. Ini selalu kita dorong,” kata dia.

Ini menjadi latar belakang perbankan saat ini tidak perlu membuka cabang baru. Sebab berbagai layanan dapat dengan mudah dilakukan melalui platform digital. Bahkan alokasi bansos di daerah juga sudah menggunakan platform digital.

Dalam hematnya, saat ini baik lembaga keuangan maupun non keuangan bisa leluasa masuk platform digital dengan berbagai produknya. Seperti lending, deposit, capital market, dan lainnya.

“ini semua akan mendorong pertumbuhan digitalisasi, bukan hanya keuangan. UMKM juga akan masuk di ekosistem,” kata dia. Lebih lanjut, Wimboh mengatakan produk UMKM nantinya akan dimasukkan dalam e-commerce sekaligus pembiayaannya dilakukan secara daring. “Tinggal kita bagaimana mempercepat ini,” kata dia.

Upaya Agar Lebih Maksimal

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso saat menggelar jumpa pers tutup tahun 2018 di Gedung OJK, Jakarta, Rabu (19/12). (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso saat menggelar jumpa pers tutup tahun 2018 di Gedung OJK, Jakarta, Rabu (19/12). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Disamping itu semua, Wimboh juga menekankan pada sejumlah upaya antisipasi agar digitalisasi ini dapat terakselerasi semaksimal mungkin. Pertama, Wimboh ingin memastikan sinyal bisa masuk ke seluruh pelosok tanah air.

Kemudian soal data pribadi. Dimana draft UU-nya saat ini sudah ada di DPR. Sehingga jika ada penyalahgunaan data pribadi, bisa masuk delik private, penipuan. “Ini bisa menjadikan efek jera,” kata WImboh.

Lalu ada risiko cyber concern yang diimplementasikan dalam guidance how to mitigate cyber. “ Serta bisnis same risk, same rule harus jadi prinsip kita. Jangan sampai discourage adanya innovation,” tukas dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: