OJK: Sektor Teknologi hingga Konsumsi Topang Kinerja Pasar Modal RI

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan(OJK) mencatat kinerja pasar modal tanah air yang terus mengalami perbaikan. Hingga 19 November 2021, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada pada level 6.720,26.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso mengatakan, angka tersebut naik signifikan sejak awal tahun ini, yaitu 12,40 persen dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 8.242 triliun. Selain itu, aksi beli saham oleh investor asing sebesar Rp 38,35 triliun year to date (ytd).

"Pendorong dari composite indeks yang tinggi ini adalah dari sektor teknologi, consumer produk dan kesehatan,” ungkap wimboh dalam Economic Outlook 2022 - Kebangkitan Sektor Keuangan, Senin (22/11/2021). Wimboh mengatakan, kondisi ini sudah jauh lebih tinggi daripada sebelum COVID-19.

Hal tersebut lantaran masyarakat masih cukup percaya diri terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang ditopang konsumsi dalam negeri. Sehingga jika mobilitas dibuka, seluruh sektor juga akan ikut bergerak.

"Dan sektor yang kaitanya dengan teknologi sangat penting. Sehingga banyak sekali startup yang raising fund di pasar modal,” imbuhnya.

Saat ini, OJK mencatat terdapat 81 perusahaan yang bersiap melakukan penawaran umum senilai Rp 41,25 triliun dalam pipeline. Diperkirakan, penawaran umum tersebut akan dicapai pada 2021.

Adapun total penghimpunan dana di pasar modal hingga 16 November 2021 telah mencapai Rp 306,95 triliun yang berasal dari 152 penawaran umum.

“Masih ada startup lain yang tentunya akan masuk Bursa. Itu jumlahnya cukup besar. Tapi enggak tahu tahun ini atau 2022,” pungkasnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

OJK Proses 84 Penawaran Umum hingga Akhir 2021

Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat 84 penawaran umum yang antre di pipeline. Adapun penghimpunan dana di pasar modal hingga 2 November 2021 mencapai Rp 274,3 triliun dari 145 penawaran umum.

"Ini masih ada di pipeline beberapa emiten sampai dengan akhir tahun ada 84 (penawaran umum). Tidak tahu nanti mana yang akan terjadi di akhir 2021 atau di awal 2022," ungkap Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dalam CEO Networking (CEON) 2021, Selasa (16/11/2021).

Wimboh mengatakan, total penghimpunan dana di pasar modal tersebut menjadi yang paling tinggi dalam sejarah Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sejalan dengan itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) juga mencatatkan rekor baru pada 15 November 2021, mencapai 6.616 atau naik 10,65 persen ytd. Sementara kapitalisasi pasar juga mencatatkan tren serupa mencapai Rp 8.110 triliun.

"Ini yang mendorong adalah sektor teknologi, konsumer produk, dan kesehatan,” kata Wimboh.

Dari sisi permintaan, jumlah investor telah mencapai 6,8 juta SID hingga akhir Oktober 2021. Investor itu didominasi oleh investor milenial. Dari jenisnya, jumlah investor pasar modal didominasi oleh investor ritel.

"Pertumbuhan investor pasar modal didominasi oleh investor milenial yaitu 6,8 juta investor. Tumbuh sebesar 102,97 persen yoy. Dan dari jumlah tersebut 99 persen adalah investor ritel,” tutur Wimboh.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel