OJK Sultra sebut kredit perbankan tumbuh 6,62 persen pada Januari 2021

Ahmad Buchori
·Bacaan 2 menit

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara mencatat kredit perbankan di provinsi tersebut pada Januari 2021 tumbuh 6,62 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (yoy).

Kepala OJK Sultra Mohammad Fredly Nasution di Kendari, Selasa, mengatakan total kredit perbankan di Sulawesi Tenggara pada Januari 2021 sebesar Rp27,39 triliun yang terdiri dari kredit bank umum Rp27,16 triliun dan kredit BPR Rp238 miliar.

"Meningkat sebesar 6,62 persen bila dibandingkan kredit yang disalurkan posisi Januari 2020 sebesar Rp25,47 triliun ," kata Fredly.

Fredly mengatakan, total aset perbankan di Sulawesi Tenggara sebesar Rp40,54 triliun yang terdiri dari aset bank umum Rp40,22 triliun dan aset BPR Rp326 miliar, di mana meningkat 13,14 persen bila dibandingkan total aset posisi Januari 2020 sebesar Rp35,55 triliun.

"Dana pihak ketiga (DPK) juga tumbuh. Malah dana ini pertumbuhannya cukup luar biasa dari Rp21,4 triliun menjadi Rp25,73 triliun. Jadi Rp4,3 triliun pertumbuhannya untuk dana pihak ketiga," ujar Fredly.

Selain itu, ia juga menyampaikan, intermediasi perbankan cukup baik dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 105,55 persen, sedangkan Non Performing Loan (NPL) masih terjaga di angka 2,04 persen.

Dikatakannya, penyaluran kredit konsumtif di Sulawesi Tenggara sebesar Rp16,73 triliun atau 61,61 persen, sedangkan penyaluran kredit produktif sebesar Rp10,42 triliun atau 38,39 persen.

"Bila dilihat berdasarkan kategori usaha, didominasi oleh kredit non-UMKM sebesar Rp18,45 triliun atau 67,96 persen. Kemudian diikuti oleh kredit kecil, mikro dan menengah masing-masing 16,28 persen, 8,74 persen, dan 7,02 persen," katanya.

Menurut dia, kondisi kinerja perbankan di Sulawesi Tenggara tumbuh positif karena adanya vaksinasi yang saat ini digalakkan oleh pemerintah untuk memutus rantai COVID-19, sehingga aktivitas masyarakat mulai produktif yang berimplikasi kepada pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: OJK Sultra: Jumlah investor pasar modal naik 102 persen saat pandemi

Baca juga: Debitur ajukan keringan cicilan di Sultra capai Rp4,12 triliun

Baca juga: "Dilan Class" cara OJK Sultra edukasi keuangan di tengah COVID-19

Baca juga: OJK Sultra ingatkan BPR tidak rekayasa laporan keuangan