OJK: Tiga Perusahaan Asuransi dalam Pengawasan Khusus

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Merdeka.com
    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    MERDEKA.COM. Kementerian Perdagangan mengklaim industri fesyen muslim Indonesia saat ini paling ternama di dunia. Industri sejenis di Malaysia, negara muslim terdekat, dinilai belum mampu menyaingi. …

Jakarta (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan ada tiga perusahaan asuransi yang dimasukkan dalam pengawasan khusus karena belum memenuhi ketentuan terkait dengan kesehatan keuangan.

"Ada tiga asuransi yang masuk dalam pengawasan khusus kami," kata Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank II OJK Dumoly F Pardede saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Perusahaan asuransi yang masuk dalam pengawasan khusus tersebut yakni PT Asuransi Jiwa Nusantara yang pada Rabu lalu (12/6) dicabut izin usahanya oleh OJK dan PT Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya yang masih dalam proses pengawasan.

Sedangkan untuk nama perusahaan asuransi ketiga yang masuk dalam pengawasan khusus, dia enggan menyebutkannya.

"Nanti deh," ujar Dumoly.

Namun, diduga perusahaan ketiga tersebut yakni PT Asuransi Jiwa Bakrie (Bakrie Life) yang mengalami kasus gagal bayar saat terjadi krisis ekonomi global pada 2008 lalu dengan total kerugian Rp360 miliar.

Sementara itu, lanjut Dumoly, untuk Asuransi Bumi Asih memang baru dimasukkan ke dalam pengawasan khusus seminggu yang lalu.

Terkait dengan kemungkinan juga dicabutnya izin usaha Bumi Asih dan kejelasan nasib nasabah perusahaan asuransi tersebut, dia menegaskan pihaknya saat ini masih fokus untuk melakukan proses pengawasan khusus dan belum memikirkan hal itu


"Saya kira urusan nanti itu. Urusan saya soal status pengawasan," katanya.(tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...