OJK tingkatkan inklusi keuangan pelajar di Sulawesi Tengah

·Bacaan 2 menit

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus meningkatkan inklusi keuangan pelajar di seluruh daerah di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Oleh sebab itu peran sektor jasa keuangan dalam mewujudkan hal tersebut sangat penting.

"OJK menginginkan agar Sektor Jasa Keuangan menjadi inklusif bagi semua golongan masyarakat, termasuk pelajar. Untuk itu, OJK terus berupaya mengakrabkan pelajar Indonesia dengan produk dan layanan keuangan Formal dan menjadikannya sebagai salah satu program prioritas;" kata Kepala OJK Provinsi Sulteng Gamal Abdul Kahar di Kota Palu, Senin.

Ia menyatakan beberapa alasan pentingnya inklusi keuangan bagi pelajar. Pertama, pelajar merupakan generasi penerus yang akan membangun Indonesia di masa yang akan datang. Pelajar berperan sebagai critical economic players atau pelaku ekonomi yang perlu dibekali pemahaman keuangan yang memadai.

Kedua, pelajar rentan dari sisi keuangan karena umumnya pelajar belum berpenghasilan dan jika memiliki uang, lebih banyak dihabiskan untuk kesenangan dibandingkan menabung atau berinvestasi.

"Ketiga, pelajar tidak mempersiapkan dana darurat dan belum sadar tentang pentingnya memperkuat ketahanan keuangan atau memiliki financial resilience,"ujarnya.

Keempat, pelajar suka mengikuti tren. Oleh karena itu, pemahaman keuangan menjadi sangat penting agar pelajar tidak mudah terperdaya oleh janji manis influencer ketika berinvestasi.

Gamal menerangkan beberapa program yang tengah dilakukan untuk meningkatkan inklusi keuangan para pelajar antara lain Program Simpanan Pelajara (SimPel) dan Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud-Ristek), Kementerian Agama dan Industri Jasa Keuangan (IJK).​​​​​​​

Gamal menerangkan beberapa keunggulan program tersebut sehingga diyakini efektif meningkatkan inklusi keuangan pelajar di Sulteng. Program KEJAR mendorong agar setiap pelajar memiliki rekening tabungan.

"Program SimPel ini diharapkan dapat bersinergi dengan berbagai program pemerintah untuk memberdayakan pelajar, yaitu antara lain Program Indonesia Pintar. Harapannya, transmisi kebijakan pemerintah yang dilakukan melalui sektor jasa keuangan ini dapat mendorong efektivitas, akuntabilitas dan transparansi dari program tersebut,"ucapnya.

Tujuan Program SimPel dan KEJAR, lanjutnya, antara lain membentuk karakter dan perilaku pelajar yang terbiasa menabung dan memiliki cara pandang untuk merencanakan hidup ke depan.

"Kemudian meningkatkan literasi dan inklusi keuangan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Bila kebiasaan menabung telah ditanam sejak dini, maka multiplier effect terhadap inklusi keuangan sangat besar karena para pelajar dapat berperan sebagai agen perubahan bagi lingkungan sekitarnya,"katanya.



Baca juga: OJK: Pelajar perlu dibekali pemahaman keuangan, agar belajar investasi

Baca juga: OJK targetkan semua pelajar dan mahasiswa miliki rekening bank

Baca juga: OJK dorong pencapaian kepemilikan rekening oleh seluruh pelajar

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel