Oknum Guru Ngaji di Penjaringan Diduga Cabuli Anak Didik dengan Iming Baju Baru

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Aksi pencabulan diduga dilakukan seorang oknum guru ngaji di Penjaringan, Jakarta Utara terhadap lima anak didiknya selama berbulan-bulan. Para korban diiming-imingi sejumlah uang agar tidak mengadukan perbuatannya ke orangtuanya.

Berdasarkan keterangan Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Guruh Arif Darmawan, aksi cabul guru ngaji berinisial HS (58) sudah berlangsung sejak Maret 2021.

Kasus ini terbongkar setelah salah seorang korban menceritakan tindakan HS kepada orangtuanya. Ternyata, ada lima orang yang pernah dicabuli oleh HS.

"Ada lima orang korban. Tidak bisa saya sebutkan inisialnya. Korba rata-rata masih berusia 7 sampai 9 tahun," kata Guruh di Polres Metro Jakut, Rabu (9/6/2021).

Lanjut Guruh, HS memperdaya para korban dengan memberikan uang dari Rp 5 ribu sampai dengan Rp 20 ribu per-orang. Juga dijanjikan dibelikan baju baru.

Dicabuli Usai Belajar Mengaji

Berdasarkan keterangan korban, pencabulan dilakukan pada usai belajar mengaji di tempat pelaku.

"Ada yang sudah 2 kali atau sampai 4 kali," ujar Kombes Pol Guruh Arif Darmawan.

Atas perbuatanya, pelaku dijerat Pasal 82 Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undanf RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel