Oknum PNS Pembuat Video Adegan Sex Ditangkap

Mamuju (ANTARA) - Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial AS yang diburu karena diduga menjadi otak pelaku pembuatan video adegan seks yang dilakoni dua pelajar SMP di Mamuju, Sulawesi Barat, akhirnya ditangkap.

"Aparat kami telah menangkap oknum tersebut dan kini mendekam di sel tahanan Polres Mamuju untuk proses penyelidikan lebih lanjut," kata Kasatreskrim Polres Mamuju AKP Amirullah Suaeb di Mamuju, Selasa.

Menurutnya, oknum pelaku pembuat video amatir ini ditangkap saat yang bersangkutan sedang dalam perjalanan dari Makassar ke Mamuju.

"Aparat kami kerahkan menunggu di pintu gerbang Kota Mamuju di daerah Patti`di. Hanya beberapa jam menunggu, pelaku berhasil dibekuk," katanya.

Ia mengatakan, saat dilakukan penangkapan oknum pelaku bersama lima kerabat keluarganya berada dalam satu mobil.

"Sampai sekarang ini kami terus melakukan pengembangan. Oknum berinisial AS yang juga pegawai Dinas Tata Ruang Kabupaten Mamuju, belum ditetapkan sebagai tersangka. Kami masih membutuhkan pemeriksaan tambahan sebagai bukti pendukung," jelasnya.

Amirullah menyampaikan, adegan video amatir ini telah menjadi konsumsi publik sejak beberapa pekan terakhir. Bahkan adegan seks ini juga telah beredar luas di dunia maya atau youtube.

"Tentu kita sesalkan dengan beredarnya video amatir ini. Apalagi, video berdurasi selama satu menit itu bisa berdampak buruk bagi psikologi dua pelajar yang saat ini masih duduk dibangku SMP," ungkapnya.

Sebelumnya, Bupati Mamuju Suhardi Duka juga menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh oknum itu.

"Jika benar video amatir ini dilakukan oleh PNS maka kami akan berikan sangsi tegas berupa pemecatan. Kita tinggal menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh aparat polisi," ungkap bupati.(rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.