Oknum Polisi di Medan Dicurigai Terlibat dalam Komplotan Begal

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepolisian Resor Kot Deli Serdang menyelidiki kasus begal yang melibatkan seorang oknum Polri, berinsial JA (38 tahun), yang bertugas di Polres Pelabuhan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara.

Korban begal JA bersama komplotannya seorang wanita bernama Lismawati (32 tahun) yang dibegal di satu jalan di Dusun Lestari, Desa Pasar V Kebun Kelapa, Kecamatan Bringin, Kabupaten Deli Serdang, Kamis siang, 22 Juli 2021.

"Berawal dari masyarakat mengamankan seorang pelaku begal, yang mana pelaku diduga oknum anggota Polri bertugas di Polres Belawan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Deli Serdang Kompol M Firdaus kepada wartawan, Sabtu.

Firdaus menjelaskan, berdasarkan keterangan korban dan saksi-saksi di lokasi kejadian, JA bersama rekan-rekannya, berjumlah sekitar 7 orang, berpura-pura sebagai depkolektor alias penagih utang dan menghentikan laju sepeda motor korbannya. Mereka menyampaikan kepada korban bahwa sepeda motor itu bermasalah, tanpa memberikan penjelasan terperinci.

"Motif murni, pencurian dengan kekerasan. Ini motif sementara, dari keterangan saksi-saksi sekitar TKP, Pelaku berpura-pura sebagai depkolektor. Tapi kami memastikan lagi dari keterangan pelaku," ungkap Firdaus.

Lismawati, yang tidak ingin sepeda motornya dirampas, langsung berteriak "Maling, maling…” yang segera mengundang perhatian warga sekitar dan spontan mengejar pelaku. Namun, nahas bagi JA, sepeda motor ditumpanginya mogok. Ia dipukuli oleh warga hingga babak belur.

Polisi lantas datang ke lokasi kejadian dan menangkap seorang dari komplotan begal yang apes itu. Dalam pemeriksaan singkat, baru diketahui bahwa si pembegal merupakan oknum polisi yang bertugas di Satuan Sabhara Polres Pelabuhan Belawan itu.

Si oknum polisi, warga Jalan Banyu Urip, Kelurahan Renggas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, segera dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan atas luka-luka yang dia alami.

Polisi menyita sejumlah barang bukti dari tersangka pembegal, di antaranya pisau dan sepeda motor.

Aparat telah mengetahui identitas enam orang lainnya yang merupakan komplotan JA dan berjanji segera menangkap mereka. “Mohon waktunya untuk dapat kami ungkap," kata Firdaus.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel