Oknum Polisi Mabuk Cekcok dengan Ormas di Kafe Diperiksa Propam

Dedy Priatmojo, Andrew Tito
·Bacaan 1 menit

VIVAOknum polisi dari Satuan Polairud yang terlibat cekcok dengan anggota Ormas Pemuda Pancasila (PP) di Kafe Stadium Cilincing, Jakarta Utara, sudah diperiksa Propam Polair Baharkam Polri.

Cekcok yang berujung baku hantam itu dipicu karena kesalahpahaman kedua belah pihak, apalagi keduanya diduga dalam kondisi mabuk berat setelah menenggak minuman keras.

"Itu kesalahpahaman di kafe antara oknum polisi dengan ormas Pemuda Pancasila. Untuk oknum polisinya sudah kita serahkan ke Propam Polair," kata Kapolsek Cilincing, Kompol Eko Setio saat dikonfirmasi, Selasa, 23 Maret 2021.

Dalam kasus ini, Kompol Eko mengatakan Polsek Cilincing Jakarta Utara belum menerima laporan atas tindakan tersebut. Jika nantinya ada laporan, pihaknya siap mengusut tuntas kasus perkelahian tersebut

"Untuk pihak Pemuda Pancasila-nya kita sarankan itu haknya untuk melaporkan, tidak dilarang. Karena semua hukum di mata masyarakat sama, apalagi polisi juga sekarang kan kalau melanggar pakai pidana umum juga," ujarnya.

Kapolsek telah berkoordinasi dengan Satpol PP agar menutup kafe tersebut. Menurutnya, kafe tersebut melanggar aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan nekat tetap buka hingga dini hari, padahal ada batasan waktu buka hingga pukul 21.00 Wib untuk antisipasi penyebaran COVID-19

"Langsung saya perintahkan reskrim dan Satpol PP untuk tutup kafe tersebut," ujarnya.

Tak hanya kafe tersebut yang ditutup, seluruh kafe yang berada di kolong jembatan itu juga turut dikenakan sanksi. "Semua ditutup, jumlahnya 24 kafe," tegasnya.

Sebelumnya, perkelahian dan baku hantam di lokasi tempat hiburan malam yang melibatkan oknum anggota polisi kembali terjadi. Kali ini di sebuah kafe yang berada di kolong jembatan RW 8, Cilincing, Jakarta Utara.

Kompol Eko mengatakaan peristiwa itu terjadi pada Senin dini hari (22/3). Oknum polisi itu diduga mabuk hingga akhirnya ribut dengan salah satu anggota ormas Pemuda Pancasila (PP) yang sedang berkunjung di kafe itu.