Oknum Polisi Terlibat Kasus Narkoba, Anggota DPR: Pengkhianat Bangsa

Bayu Nugraha, Eka Permadi
·Bacaan 1 menit

VIVA – Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Alhabsyi mendukung instruksi Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis, agar penyidik menjerat oknum anggota Polri yang terlibat kasus tindak pidana narkoba dengan hukuman mati. Menurutnya, hal tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen Polri memberantas narkoba.

“Apa yang disampaikan itu adalah bagian dari berkomitmen memberantas seluruh peredaran narkotika di Indonesia. Ini adalah komitmen yang penting, apalagi menyangkut peredaran narkoba di tengah penegak hukum,” kata Aboe Bakar melalui keterangan tertulis, Senin, 26 Oktober 2020.

Baca juga: Oknum Polisi di Riau Terlibat Narkoba, Penangkapan Bak Film Action

Politikus PKS ini menjelaskan seseorang pasti akan mengucap sumpah saat akan menjalankan tugas sebagai anggota Polri. Dalam sumpahnya tersebut dia berjanji akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menjunjung tinggi hukum.

“Oleh karenanya jika ada oknum yang terlibat dalam peredaran narkoba artinya mereka telah melanggar sumpah,” ujarnya.

Menurutnya, di sisi lain anggota Polri adalah penegak hukum yang seharusnya memberantas narkoba. Sehingga bisa memberikan perlindungan kepada masyarakat dari bahaya narkoba.

Selain itu, anggota Polri seharusnya memagari agar wilayah NKRI ini bebas dari narkoba. Karenanya jika ada oknum yang bermain dalam peredaran narkoba, mereka sebenarnya adalah pagar makan tanaman.

“Oknum seperti ini mengkhianati kepercayaan yang telah diberikan oleh bangsa dan negara,” jelasnya.

Meski mendukung pernyataan Kapolri, ia berharap yang disampaikan tidak hanya lisan, namun bisa di buat tertulis. Sehingga akan bisa dipedomani oleh setiap personel anggota kepolisian.

“Ini adalah semangat pemberantasan narkoba yang harus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, karena akan menyangkut masa depan anak bangsa,” katanya.

Sebelumnya seorang oknum perwira polisi Polda Riau berinisial TZ terpaksa ditembak rekan sejawat karena menjadi kurir narkoba.