Oktober 2020, Kamar Hotel di Indonesia Sudah Mulai Banyak Terisi

Raden Jihad Akbar, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Oktober 2020 naik cukup signifikan dibanding bulan sebelumnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) angkanya mencapai 37,48 persen.

Jika dibandingkan September 2020 yang sebesar 32,12 persen, TPK pada Oktober 2020 itu naik 5,36 poin. Sementara itu, jika dibandingkan posisi Oktober 2019 yang sebesar 56,77 persen angkanya turun 19,29 poin.

Baca juga: Jumlah Turis Asing Datang ke RI hingga Oktober 2020 Turun 72 Persen

"Yang masih belum banyak bergerak tren wisatawan mancanegara sehingga ini banyak dipengaruhi oleh wisatawan domestik," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, BPS, Setianto, Selasa, 1 Desember 2020.

TPK tertinggi tercatat di Lampung sebesar 54,28 persen, diikuti oleh Kalimantan Tengah sebesar 53,47 persen, dan Sulawesi Utara sebesar 52,25. Sementara itu, TPK terendah tercatat di Bali yang sebesar 9,53 persen.

Jika dibandingkan dengan TPK Oktober 2019, penurunan TPK hotel klasifikasi bintang pada Oktober 2020 terjadi di seluruh provinsi kecuali Papua yang meningkat sebesar 3,71 persen.

Sementara itu, penurunan tertinggi jika dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu terjadi di Bali 53,77 poin, diikuti oleh Kepulauan Riau, Sumatera Barat, dan Bengkulu masing-masing 29,83 poin, 20,00 poin, dan 19,09 poin.

Di sisi lain, TPK Oktober 2020 mengalami kenaikan di sebagian besar provinsi jika dibandingkan dengan TPK bulan sebelumnya. Kenaikan tertinggi terjadi di Maluku Utara 11,20 poin.

"Sebaliknya, penurunan tertinggi tercatat di Provinsi Papua Barat sebesar 6,61 poin, diikuti oleh Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 4,11 poin dan Provinsi Jambi sebesar 2,67 poin," ucap dia.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang di Indonesia mencapai 1,62 hari selama Oktober 2020. Turun 0,18 poin jika dibanding bulan yang sama pada tahun sebelumnya.

"Sementara itu, jika dibandingkan dengan September 2020, rata-rata lama menginap pada Oktober 2020 juga mengalami penurunan sebesar 0,11 poin," ungkap Setianto. (art)