Ola Electric teken perjanjian pembuatan sel baterai EV

Ola Electric pada Kamis (28/7) menandatangani perjanjian PLI (Production Linked Incentive) dengan Kementerian Industri Berat (MHI) untuk pembuatan sel baterai kendaraan listrik (EV) asli di India.

Selain menginformasikan hal ini, CEO Ola Electric Bhavish Aggarwal mengatakan bahwa India akan segera mandiri pada teknologi sel baterai kendaraan listrik karena teknologi tersebut akan dibangun dan diproduksi secara lokal.

Dikutip Hindustan Times, Jumat, Bhavish juga mengatakan bahwa Ola Electric sekarang telah menjadi perusahaan mobilitas yang lebih terintegrasi secara vertikal di seluruh produk, layanan, dan teknologi inti.

Setelah sukses di segmen ride-hailing, Ola merambah bisnis manufaktur kendaraan listrik melalui sayapnya Ola Electric.

Skuter Ola Electric pertama, S1 dan S1 Pro mendapat respon yang cukup baik. Namun, mereka juga mengalami kontroversi. Skuter listrik Ola terbakar dan beberapa masalah lain juga dilaporkan dengan Ola S1 dari seluruh India.

Sementara itu, Ola Electric juga menampilkan teaser mobil listriknya, yang akan menjadi kendaraan listrik kedua dari merek tersebut.

Ola bertujuan untuk merevolusi segmen mobil listrik India dengan mobil listriknya yang akan datang, seperti yang telah dinyatakan oleh pembuat mobil.

Selain memproduksi kendaraan, Ola Electric juga bertujuan untuk memproduksi baterai kendaraan listrik secara lokal. Perusahaan kendaraan listrik India saat ini mengimpor sel baterai dari China.

Ola bertujuan untuk membangun sel baterai secara lokal di India. Pembuat mobil sudah mengungkapkan sel baterainya beberapa minggu yang lalu.

Baca juga: Ola Electric akan bangun 100 ribu stasiun pengisian daya

Baca juga: Pabrikan e-skuter Ola akan buka fasilitas kendaraan listrik di Inggris

Baca juga: Kerusakan baterai ditengarai penyebab skuter listrik terbakar

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel