Olahraga Beban Baik Bagi Lansia, Dokter: Mulailah dari yang Paling Ringan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Olahraga beban identik dengan gambaran seorang pria bertubuh kekar. Memang benar tujuan dari angkat beban salah satunya adalah memerindah bentuk tubuh pemiliknya.

Akan tetapi sebenarnya fungsi dari olahraga beban tidak hanya untuk membentuk otot-otot tubuh agar mencuat dan memunculkan maskulinitasnya. Ternyata latihan beban juga berfungsi untuk memertahankan keberadaan otot-otot tubuh ketika usia terus bertambah.

Bagi orang lanjut usia (lansia) penting untuk menjaga otot-otot tubuh agar tetap berada pada tempatnya. Sebab, ketika seseorang mengalami proses penuaan, dimulai sejak usia 40 satu persen ototnya akan hilang setiap tahun.

Hilangnya satu persen otot di dalam tubuh itu artinya sama dengan kehilangan fungsi sebesar tiga persen. Hal mengejutkan ini dikemukakan langsung melalui media sosial Instagram oleh seorang dokter Ortopedi yang bekerja di Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk, Jakarta, Dr Henry Suhendra SpOT.

Menurutnya, untuk memulai langkah awal melakukan olahraga beban khususnya bagi seorang lansia diperlukan perhatian khusus. Tidak diperbolehkan untuk melakukan latihan secara sembarang. Jika memungkinkan, akan lebih baik apabila bergabung dengan wadah kegiatan sejenis.

“Memang harus ada wadahnya, seperti KILO (Komunitas Indonesia Lawan Osteo-Sarcopenia), “ ujar Dr Henry yang juga merupakan pendiri dan ketua dari KILO.

Selain bergabung dengan komunitas terkait dengan olahraga beban untuk para lansia, Henry juga menyarankan untuk mencari seorang personal trainer yang cakap melatih seorang yang telah lanjut usia.

“Karena latihan beban ini tidak boleh sembarangan. Sementara mungkin saya akan katakan, cobalah cari personal trainer yang mengerti, “ katanya.

Tips Melakukan Olahraga Beban Bagi Lansia Pemula

Sejumlah binaragawan mengangkat beban saat berolahraga di gym Kaloleni, di Nairobi, Kenya (9/1). (AFP Photo/Simon Maina)
Sejumlah binaragawan mengangkat beban saat berolahraga di gym Kaloleni, di Nairobi, Kenya (9/1). (AFP Photo/Simon Maina)

Henry pun memberikan beberapa tips berguna bagi pemula yang berminat untuk melakukan latihan beban. Latihan yang diberikan ketika melakukan olahraga beban baik, untuk lansia maupun kaum muda, sebenarnya tidak jauh berbeda.

Hanya saja, dalam pelaksanaanya para lansia harus lebih berhati-hati. Mulailah dari beban yang paling ringan, bahkan tidak masalah untuk memulai dengan beban tubuh diri sendiri. Kemudian diteruskan secara bertahap sehingga terlihat adanya peningkatan berat beban latihannya.

“Karena perbedaannya sebeneranya ... Cara latihannya sama, cuma terhadap orang tua ini kita lebih hati-hati, beban lebih ringan dan semua beban itutentu dimulai dengan yang ringan sekali dulu bahkan kalau perlu hanya pakai berat badan kita, tidak pakai besi dulu, kemudian bertahap dinaikkan karena tetap prinsip olahraga beban berlaku walaupun di orang tua yaitu progressive overload karena di otot ada mekanisme adaptasi yang luar biasa,” Henry menjelaskan.

Selain itu juga terdapat hal penting yang tidak boleh luput dari Kita sebagai para lansia. Beban yang digunakan untuk latihan, harus terus mengalami peningkatan beban. Sebab jika tidak, bukan otot bertambah yang didapatkan akantetapi malah sebaliknya yakni penyusutan otot.

“Jadi kalau kita tetap sama bebannya nanti bukannya bertambah, tapi otot malah susut. Makanya harus betul-betul diawasi,” katanya.

Penulis : Rissa Sugiarti

Simak Video Lengkapnya