Olga Syahputra

Kabar hubungan asmara Olga Syahputra dan Jessica Iskandar sempat menghiasi kabar dunia hiburan pada awal 2012. Entah hanya sekadar meningkatkan pamor atau memang kisah cinta itu betul kandas, tidak ada lagi kejelasan mengenai hubungan mereka berdua.

Olga memang lekat dengan kontroversi.

Pada pertengahan Mei, perkumpulan umat Hindu di Indonesia melayangkan somasi ke Trans TV karena para bintang program televisi "Wayang Bandel", antara lain Olga Syahputra, Jessica Iskandar, dan Ayu Dewi, dinilai telah melecehkan simbol-simbol agama Hindu.

Berlatarbelakang pernah menyanyi solo, Olga merasa percaya diri untuk membentuk sebuah band. Pada akhir Mei 2012, Olga Syahputra membentuk sebuah band bersama Tara Budiman, Chika Waode, Chand Kelvin, dan Ajie Pujien yang dia beri nama Olga and Friends. Untuk langkah awal, Olga and Friends telah merilis sebuah single lagu daur ulang dari milik Benyamin S., "Hujan Gerimis". Ia pun sudah meminta Charlie Setia Band untuk membuatkan lagu. Band bentukannya itu dikabarkan mendapat sambutan dari para penggemar.

Kecaman keras lagi-lagi dilayangkan kepada Olga Syahputra ketika dia dinilai melecehkan ucapan salam umat muslim saat membawakan acara "Pesbukers" pada 19 Juni. Kata Olga, orang yang biasa mengucapkan salam mirip pengemis. Akibat ulahnya itu, Komisi Penyiaran Indonesia menegur ANTV selaku stasiun televisi yang menyiarkan. Mengacu pada undang-undang, KPI memang hanya berhubungan dengan penyelenggara siaran, bukan dengan artis secara langsung. ANTV pun mengakui kesalahannya dan berjanji untuk melakukan pembenahan.

Soal tuntutan pelarangan Olga agar tidak lagi tampil di televisi, menjadi kewenangan ANTV. KPI hanya menyarankan agar Olga tidak tampil secara langsung di televisi, tapi melalui proses rekaman sehingga apa yang dia ucapkan bisa direvisi. KPI juga meminta ANTV untuk menghentikan penayangan sementara "Pesbukers" dari tanggal 9 sampai 15 Juli.

Pada 25 Juni, Yahoo! OMG! membuat sebuah jajak pendapat, "Sekian kali bercanda melebihi batas, apakah Olga masih bisa dimaafkan?". Hasilnya cukup mengejutkan. Keesokan harinya, 26 Juni, hasilnya memperlihatkan, dari 18.424 pembaca Yahoo! yang sudah mengikuti jajak pendapat ini, sekitar 15 ribu orang atau 83 persen dari mereka menyatakan tidak bisa memaafkan Olga Syahputra. Sementara sisanya, atau 17 persen di antara mereka masih memaafkan pelantun lagu "Hancur Hatiku" itu. Di hari yang sama, Olga Syahputra meminta maaf secara langsung kepada para penikmat televisi atas ucapannya yang membuat banyak pihak tersinggung.

Menteri Komunikasi dan Informastika Tifatul Sembiring sempat berencana memanggil Olga dan kru Pesbukers untuk diajak bicara, diajak bertukar pikiran tentang materi melucu yang edukatif dan tidak mengandung unsur pelecehan dan SARA. Menurut Tifatul, tayangan komedi "Pesbukers" hingga kini dinilai masih mengandung olok-olokan, ejekan, saling menghina, ucapan kasar dan kalimat berbau seksual yang vulgar walaupun dalam konteks bergurau.

Olga tak melulu akrab dengan berita negatif. Dirinya mengaku telah mengadopsi dua bayi yang terlantar di rumah sakit. Olga tidak mau menyebut identitas dua anak angkatnya itu.

Pada akhir September, Olga dikabarkan masuk rumah sakit gara-gara kelelahan. Maklum saja, dengan popularitas yang dimilikinya, Olga terlalu sibuk sehingga tidak memperhatikan kondisi kesehatan. Tak berapa lama berselang, digelar audisi pencarian pembawa acara Dahsyat di RCTI. Gosip beredar bahwa Olga Syahputra hengkang dari acara hiburan pagi hari itu. Namun gosip itu dibantah pihak RCTI dan mengatakan bahwa mereka hanya sedang mencari pembawa acara perempuan sebagai pasangan baru untuk Raffi Ahmad dan Olga.

Gosip miring kembali menerpa Olga pada pertengahan Oktober 2012. Dia dikabarkan tengah terlibat asmara sesama jenis dengan pemain sinetron dan model, Chand Kelvin. Beberapa foto juga memperlihatkan keduanya begitu akrab. Bahkan, beberapa waktu lalu saat Olga liburan ke Amerika Serikat, keduanya tidur satu kamar. Namun saat hendak dikonfirmasi, Olga bungkam.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...