Olimpiade 2032, Misi Dahsyat Anindya Bakrie Pimpin PRSI 2021-2025

Robbi Yanto
·Bacaan 2 menit

VIVAAnindya Novyan Bakrie resmi mendaftarkan diri sebagai Calon Ketua Umum PB PRSI 2021-2025. Anindya datang ke kantor PB PRSI di Jakarta, Selasa, 23 Februari 2021 untuk menyerahkan berkas pendaftaran.

Rencananya PB PRSI akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) secara virtual pada 27 Februari mendatang yang berpusat di Jakarta.

Anindya yang menjabat Ketum PRSI 2016-2020 menjelaskan alasan kembali mencalonkan diri sebagai Ketum PRSI. Salah satunya adalah dorongan dan dukungan 22 dari 34 Pengrov PRSI. Jumlah ini akan terus bertambah.

"Suatu kehormatan bagi saya telah didukung 22 Pengprov pada hari ini untuk melanjutkan tugas menjadi Ketum 2021-2025. Jadi sekarang kita serahkan pada ketua penyelenggara, kepada munas yang dihadiri pengprov nanti," ucap Anindya.

Anindya menjelaskan, siapapun yang terpilih sebagai ketua umum nanti sudah pasti memiliki tugas berat untuk menyiapkan akuatik sebagai olahraga unggulan.

Hal itu sudah masuk dalam rencana jangka panjangnya. Anindya bertekad untuk menyiapkan atlet-atlet akuatik terbaik Indonesia untuk Olimpiade 2032 mendatang.

Sehingga nantinya, andai Indonesia benar-benar terpilih sebagai tuan rumah Olimpiade, akuatik Indonesia sudah siap bersaing dengan negara-negara unggulan.

"Apabila kita benar menjadi tuan rumah olimpiade 2032, itu sekitar 11 tahun lagi dari sekarang dan penting sekali kita menyiapkan perenangnya, dan juga atlet akuatik secara umum. Artinya, atlet ini sekarang masih muda sekitar 11 tahun dan ini harus kita bina sekarang," kata Anindya.

Selain itu, jika dipercaya melanjutkan tugasnya, Anindya berencana akan memperbanyak kejuaraan dan menggunakan sport science secara maksimal.

"Nah, untuk membina atlet ini banyak sekali turunannya. Di antaranya penguatan daripada pelatihan atlet di daerah, banyaknya kejuaraan mesti ditingkatkan, pendataan atlet dengan baik. Sport Science juga harus digunakan sehingga kita bisa memilih nomor-nomor yang kita inginkan," jelasnya.

Kepemimpinan Anindya di periode pertama bisa dibilang memuaskan. Menpora Zainudin Amali bahkan sempat meminta langsung Anindya untuk kembali mencalonkan diri.

Bukan untuk mengintervensi, Amali menyebut Pemerintah tak mau program dan prestasi yang sudah berjalan dengan baik turun kembali.

Ya, PRSI di bawah kepemimpinan Anindya mampu mencetak sejarah yakni meraih medali emas polo air putra di SEA Games 2019. Selain itu. banyak event nasional dan internasional bisa berjalan dengan baik dengan berbagai inovasi.

Misalnya Festival Akuatik Indonesia dan Indonesia Open Aquatic Championship merupakan satu kejuaraan yang diikuti berbarengan empat cabor sekaligus renang, renang artistik, loncat indah, serta renang master.

Bahkan dalam IOAC KRAPSI (Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan Seluruh Indonesia) dimodifikasi lebih baik lagi.

KRAPSI tetap berjalan pada sesi pagi hari dengan juara untuk masing-masing kelompok umur bisa menyumbang medali untuk perkumpulannya. Sedangkan sore hari berlangsung event internasional yang diikuti peserta dari berbagai negara.