Olimpiade Tokyo 2020 : Minim Turnamen, Indonesia Andalkan Video Pantau Kekuatan Lawan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi covid-19 membuat persiapan tim bulu tangkis Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020 penuh tantangan. Pasalnya, pandemi meniadakan sejumlah turnamen internasional yang berguna untuk mengasah kemampuan dan memantau kekuatan lawan.

Alhasil, tim pelatih pun harus memutar otak agar persiapan para atlet bisa tetap maksimal. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky mengungkapkan, tim pelatih mengandalkan video-video lama untuk memantau lawan karena ketiadaan turnamen internasional.

"Sudah lama kita tidak bertanding. Kita jadi tidak tahu kekuatan lawan sampai mana. Tapi tetap saya cari tahu walau lewat video-video lama," kata Rionny dalam jumpa pers via Zoom, Rabu (7/7/2021) WIB.

Indonesia mengirim 11 atlet untuk cabang bulu tangkis pada Olimpiade Tokyo 2020. Pandemi covid-19 membuat kontingen Indonesia harus menjalani tes PCR dan karantina sebelum bertanding.

Rencananya, tim Indonesia akan bertolak ke Jepang dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang pada Kamis (8/7) pukul 23.15 WIB dengan menumpang maskapai Japan Airlines. Mereka lebih dahulu menjalani pemusatan latihan di prefektur Kumamoto sebelum pindah ke perkampungan atlet di Tokyo.

Rionny mengungkapkan, para atlet Indonesia saat ini dalam kondisi sehat. Sebagai bagian dari prosedur antisipasi covid-19, para atlet juga telah menjalani tes PCR sebanyak tiga kali termasuk hari ini.

Sesampainya di Kumamoto, Anthony Ginting dkk juga akan menjalani karantina lebih dahulu selama empat hari. Baru setelah itu, mereka memulai latihan pematangan sebelum bertanding di Olimpiade.

Andalkan Diskusi

Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, saat menghadapi tunggal China, Huang Yu Xiang, pada laga Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (17/1). Anthony Ginting menang 21-11, 21-14 atas Huang Yu Xiang. (Bola.com/Yoppy Renato)
Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, saat menghadapi tunggal China, Huang Yu Xiang, pada laga Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (17/1). Anthony Ginting menang 21-11, 21-14 atas Huang Yu Xiang. (Bola.com/Yoppy Renato)

Sementara itu, Anthony Ginting juga mengaku mengandalkan video untuk memantau kekuatan lawan. Ia juga mengungapkan banyak berdiskusi dengan rekan sesama atlet di pelatnas Cipayung.

"Pasti ada diskusi sama yang lain, misal sama Jonathan karena cukup banyak pertandingan bareng, Ada diskusi dengan pelatih," kata Ginting.

Ginting mengaku sudah siap untuk turun bertanding. Menurut Ginting, dirinya hanya perlu sentuhan terakhir agar tampil maksimal di Olimpiade.

"Tinggal finisihing di minggu terakhir dan jaga fokus untuk nanti di Kumamoto," ujarnya mengakhiri.

Daftar Kontingen Bulutangkis Indonesia di Olimpiade Tokyo

1. Jonatan Christie (Atlet)

2. Anthony Sinisuka Ginting (Atlet)

3. Gregoria Mariska Tunjung (Atlet)

4. Marcus Fernaldi Gideon (Atlet)

5. Kevin Sanjaya Sukamuljo (Atlet)

6. Mohammad Ahsan (Atlet)

7. Hendra Setiawan (Atlet)

8. Greysia Polii (Atlet)

9. Apriyani Rahayu (Atlet)

10. Praveen Jordan (Atlet)

11. Melati Daeva Oktavianti (Atlet)

12. Hendry Saputra Ho (Pelatih Tunggal Putra)

13. Rionny Mainaky (Pelatih Tunggal Putri)

14. Herry Iman Pierngadi (Pelatih Ganda Putra)

15. Eng Hian (Pelatih Ganda Putri)

16. Nova Widianto (Pelatih Ganda Campuran)

17. Iwan Hermawan (Pelatih Fisik dan Sports Science)

18. Eddy Prayitno (Manajer Tim)

19. Shesar Hiren Rhustavito (Atlet Sparring)

20. Fajar Alfian (Atlet Sparring)

21. Muhammad Rian Ardianto (Atlet Sparring)

22. Zachariah Josiahno Sumanti (Atlet Sparring)

23. dr. Octaviani (Dokter)

24. Gyon Putra Amiga (Fisioterapis)

25. Jean Inneke Turangan (Masseur)

Saksikan Video Bulutangkis di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel