Olimpiade Tokyo 2021 Diprediksi Ciptakan Varian Baru COVID-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Tokyo - Seorang dokter terkemuka di Jepang memperingatkan jika Olimpiade Tokyo musim panas ini tetap dilanjutkan, maka kemungkinan besar akan dapat menyebabkan munculnya jenis baru virus Corona COVID-19.

Dikutip dari laman Sky News, Jumat (28/5/2021) Dr Naoto Ueyama, kepala Persatuan Dokter Jepang mengatakan, orang-orang dari 200 negara dan wilayah akan tiba dan berkumpul dalam satu tempat.

Baginya, acara tersebut tentu bisa menimbulkan bahaya.

Penentangan terhadap Olimpiade Tokyo terus disuarakan, delapan minggu lagi sebelum pesta olahraga akbar dunia itu diadakan.

Banyak pihak beranggapan Olimpiade Tokyo, Jepang tidak dapat diadakan dengan aman, dan uang akan lebih baik dihabiskan untuk memerangi epidemi COVID-19 sebagai gantinya.

Jepang sejauh ini masih dalam keadaan darurat berjuang untuk menahan gelombang keempat infeksi COVID-19, dan jajak pendapat menunjukkan 80 persen orang Jepang ingin acara itu dibatalkan.

Menurut data terkini, lebih dari 5 persen populasi telah divaksinasi COVID-19.

Dr Ueyama mengatakan pada konferensi pers pada Selasa 25 Mei, semua strain dan mutan virus yang berbeda dari berbagai tempat berbeda akan terkonsentrasi dan berkumpul di sini, di Tokyo.

"Kami tidak dapat menyangkal kemungkinan bahkan jenis virus baru yang berpotensi muncul."

"Jika situasi seperti itu terjadi, maka nama varian ini bisa diberi nama mutasi Olimpiade Tokyo, yang akan menjadi tragedi besar dan sasaran kritik bahkan selama 100 tahun ke depan."

Olimpiade Tokyo Tetap Sesuai Rencana

Pemandangan umum menunjukkan Cincin Olimpiade di depan Stadion Nasional, tempat utama untuk Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020, 100 hari sebelum upacara pembukaan di Tokyo pada 14 April 2021. (Charly TRIBALLEAU / AFP)
Pemandangan umum menunjukkan Cincin Olimpiade di depan Stadion Nasional, tempat utama untuk Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020, 100 hari sebelum upacara pembukaan di Tokyo pada 14 April 2021. (Charly TRIBALLEAU / AFP)

Kenji Shibuya, direktur Institute of Population Health di King's College, London, baru-baru ini membantu kampanye vaksinasi di Jepang.

Dia mengecilkan peringatan itu, dengan mengatakan: "Mutasi terjadi ketika virus tetap berada pada orang yang kekebalannya lemah atau diimunisasi sebagian dalam jangka waktu yang lama."

Pejabat Jepang, penyelenggara acara dan Komite Olimpiade Internasional (IOC), semuanya telah berjanji bahwa pertandingan yang ditunda akan dilanjutkan pada 23 Juli 2021 sesuai rencana.

Mereka berpendapat langkah-langkah pencegahan virus corona yang ketat akan diberlakukan.

Penonton asing dilarang hadir dan keputusan untuk penonton domestik akan diumumkan dalam beberapa minggu ke depan.