Olimpiade Tokyo diundur, Paes pertimbangkan tunda pensiun

Bayu Kuncahyo

Petenis veteran India, Leander Paes mempertimbangkan menunda pensiun demi bisa tampil di olimpiade kedelapan kalinya menyusul pengunduran pelaksanaan Olimpiade Tokyo 2020 ke 2021 akibat pandemi virus corona.

Paes, yang akan berusia 47 tahun Juni mendatang, akhir tahun lalu mengumumkan bahwa 2020 akan menjadi "tahun perpisahannya" sebagai petenis profesional sebelum dirinya gantung raket.

Dikutip dari Reuters di Jakarta Kamis, Olimpiade Rio merupakan penampilan ketujuhnya di ajang kejuaraan empat tahunan itu sejak ikut serta pertama kali pada Olimpiade Barcelona 1992

Baca juga: 2020, tahun terakhir karir profesional Leander Paes
Baca juga: Jepang dan IOC sepakati penundaan Olimpiade Tokyo 2020

"Ini adalah keputusan saya dan tim saya telah pikirkan dengan sangat keras," kata Paes kepada ESPN. "Ayah saya sangat mendorong saya bermain lebih lama lagi. Dia mengenalku dengan baik. Dia tahu begitu saya pensiun, aku sudah selesai. Tidak akan kembali lagi.
​​
"Kebugaran masih ada, begitu pula mental bermain. Saya hanya harus fokus menyesuaikan sistem latihan saya sekarang karena akan ada jeda panjang. Kali ini saya mungkin mencoba melihat hal yang baru." tambahnya.

Paes memulai karir profesionalnya pada 1991 dan telah memenangi 18 gelar ganda putra dan campuran Grand Slam. Dia belum kembali meraih gelar Grand Slam semenjak dia dan Martina Hingis menjuarai gelar ganda campuran di French Open 2016.

Baca juga: Penundaan Olimpiade Tokyo jadi keputusan bersejarah
Baca juga: Problema besar di balik penundaan Olimpiade Tokyo

"Saya belum melihat dengan seksama. Tim saya memerhatikan saya. Mereka memberi tahu saya bahwa saya benar-benar harus bermain untuk mencetak rekor Olimpiade yang kedelapan dan mencatatkan India ke dalam buku sejarah," katanya.

"Kami berusaha setiap hari agar tetap bugar dan sehat serta menjaga pola makan dan berhati-hati agar tidak kehilangan kebugaran yang sudah saya disiapkan. Kami akan membuat keputusan segera tentang apakah akan melanjutkan dan membuat ini raungan terakhir, raungan yang sangat panjang. "

Paes menggambarkan keputusan Dewan Olimpiade Dunia atau IOC untuk menunda pertandingan Tokyo sebagai seruan "berani".

"Ini sangat sulit. Saya telah berlatih khusus untuk musim ini, seperti kebanyakan atlet lainnya dan kita semua harus berurusan dengan perubahan dan gerakan ini," katanya.

Baca juga: Tanggapan atlet dan pembesar olahraga atas penundaan Olimpiade
Baca juga: Indonesia hormati keputusan penundaan Olimpiade Tokyo