Olimpiade Tokyo gelar uji coba atletik tanpa penonton

·Bacaan 2 menit

Ratusan atlet, termasuk sprinter AS Justin Gatlin, berpartisipasi dalam acara uji coba di Stadion Olimpiade menjelang penyelenggaraan yang akan berlangsung kurang dari tiga bulan, Reuters melaporkan, Minggu.

Tidak ada penonton yang hadir di stadion, tempat upacara pembukaan dan penutupan Olimpiade akan diadakan, karena Tokyo masih dalam keadaan darurat untuk mengontrol lonjakan kasus COVID-19.

Acara, yang melibatkan 420 atlet itu -- termasuk sembilan yang datang dari luar negeri untuk berpartisipasi -- dibagi menjadi sesi pagi dan sore dengan peraih medali emas Olimpiade 2004 Gatlin pada daftar start untuk nomor 100 meter.

Baca juga: Zohri tempati peringkat ketujuh pada uji coba Olimpiade Tokyo

Terlepas dari keadaan darurat, penyelenggara telah menggelar lebih dari 11 acara uji coba sejak bulan lalu tanpa ada kasus COVID-19 yang dilaporkan.

Empat dari acara uji coba tersebut, yaitu bola voli, loncat indah, maraton dan atletik -- termasuk atlet dari luar negeri.

Survei menunjukkan bahwa sebagian besar orang Jepang menentang penyelenggaraan Olimpiade karena kekhawatiran pandemi.

Presiden Atletik Dunia, Sebastian Coe, berusaha meredakan kekhawatiran itu.

"Kami sangat berempati dengan perlunya menyadari sepenuhnya bahwa komunitas di seluruh dunia pasti khawatir tentang banyak hal terkait COVID-19," kata Coe.

"Kami menanggapi kekhawatiran itu dengan sangat, sangat serius. Protokol COVID-19, terutama yang telah dikembangkan oleh World Athletics selama satu setengah tahun terakhir oleh tim kesehatan dan sains kami yang sangat ahli dalam hal ini, secara konsisten membantu menyelenggarakan acara dengan lingkungan yang aman dan terjamin."

Baca juga: Wakil presiden IOC yakin Olimpiade Tokyo tetap berjalan

Banyak atlet mengatakan mereka ingin Olimpiade terus berlanjut.

"Masyarakat memang khawatir ada orang yang datang dari luar negeri karena varian virus corona sedang menyebar, tapi sebagai atlet saya ingin Olimpiade bisa digelar bersama orang-orang dari berbagai negara," kata Suzuha Kobari, usai mengikuti cabang lari 100 meter putri.

Pesenam ritmik Jepang, Nanami Takenaka, memahami adanya pandangan yang berlawanan, tetapi itu memberi timnya alasan ekstra untuk memberi kegembiraan melalui penampilan mereka.

"Kami akan fokus pada hal-hal yang bisa kami lakukan dan ketika Olimpiade diadakan kami ingin memberikan performa terbaik kami sehingga orang-orang bisa tersenyum dan merasa senang Olimpiade berlangsung," kata Takenaka.

Acara uji coba pada pagi hari termasuk tolak peluru putra, lompat ganda putri dan 200 meter putri. Sesi malam akan mencakup beberapa pertandingan, termasuk final untuk lompat galah, lompat tinggi, lembing dan 100 meter putra.

Baca juga: China dukung penyelenggaraan Olimpiade Tokyo
Baca juga: WHO berharap Olimpiade Tokyo dapat terlaksana
Baca juga: Kampanye anti-Olimpiade mendapat dukungan secara daring di Jepang