Olimpiade Tokyo, Jonatan Akui Dibayangi 'Mimpi' Buruk Indonesia

·Bacaan 1 menit

VIVATunggal putra Indonesia, Jonatan Christie mengaku diliputi ketegangan menjelang Olimpiade Tokyo 2020, pada 23 Juli hingga 8 Agustus.

Jojo, sapaan akrab Jonatan, mengaku tegang karena situasi saat ini dunia yang masih dilanda pandemi COVID-19.

Bukan tanpa alasan. Jojo berkaca pada pengalaman buruk skuad Merah Putih ketika akan mengikuti All England 2021.

Saat itu, seluruh wakil Indonesia baik atlet, ofisial, maupun tenaga pendukung diharuskan mundur dari All England 2021 oleh pemerintah Inggris.

Tim Indonesia diminta melakukan isolasi mandiri selama 10 hari karena pesawat yang ditumpangi, salah satu penumpangnya dinyatakan positif COVID-19.

Ironisnya, Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) dan Panitia All England 2021 dikabarkan tidak bisa berbuat banyak lantaran itu merupakan wewenang pemerintah Inggris.

Karena pengalaman pahit itu, Jojo sudah berusaha tetap enjoy. Namun, kata dia, hal tersebut tidak pernah akan terlupakan.

"Contoh di All England kemarin, kita sudah di sana, terus tiba-tiba tidak bisa bertanding. Itu cukup membuat down. Makanya saya sekarang lebih berpasarah pada Tuhan," ujar Jojo dalam rilis yang diterima VIVA, Senin 5 Juli 2021.

Jojo berharap, semoga pengalaman buruk di All England tidak terulang di Olimpiade Tokyo. Hal itu tentu juga diharapkan oleh rekannya yang lain.

"Semua sudah ada jalan dari-Nya. Saya berdoa semoga kejadian itu tidak terulang lagi," ungkap Jojo.

Jojo menjadi perwakilan Merah Putih bersama rekannya Anthony Sinisuka Ginting untuk sektor tunggal putra.

Tim bulutangkis Indonesia sendiri sudah memastikan mengirim tujuh wakil atau 11 atlet ke Olimpiade Tokyo 2020.

Skuad Merah Putih sudah menjalani tes PCR pada hari Minggu 4 Juli 2021. Hasilnya, semua negatif. Tes ini menjadi salah satu bagian dari persyaratan pendaftaran ke Olimpiade.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel