Olimpiade Tokyo kembali pangkas jumlah ofisial dari luar negeri

·Bacaan 2 menit

Panitia penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo berencana kembali memangkas sebanyak 25.000 ofisial dan staf dari luar negeri sehingga jumlah yang diizinkan hadir menjadi sekitar 53.000 orang.

Jumlah ofisial dan staf dari luar negeri tersebut turun dari sebelumnya setelah mengalami pemangkasan, yaitu 78.000 orang, dan kurang dari sepertiga dari jumlah awal.

Baca juga: Jepang batasi jumlah ofisial Olimpiade Tokyo menjadi 78.000 orang

Panitia penyelenggara memperkirakan total sekitar 180.000 pejabat dan staf, termasuk media, akan melakukan perjalanan dari luar negeri. Namun, kemudian diputuskan untuk memangkas jumlah itu demi membuat pertandingan jauh lebih aman.

Petugas pelaksana Olimpiade, Hidemasa Nakamura, dikutip dari Kyodo, Jumat, mengatakan bahwa penyelenggara dapat mengurangi jumlah anggota keluarga Olimpiade, merujuk pada ofisial dari Komite Olimpiade Internasional (IOC), juga termasuk Badan Anti-Doping Dunia.

Jumlah pejabat dan staf dari luar negeri kemungkinan akan turun lebih banyak mendekati penyelenggaraan Olimpiade, yang akan digelar dalam waktu sekitar satu bulan, menurut Nakamura, setelah mengadakan diskusi dengan panel ahli penyakit menular.

Baca juga: Ofisial Olimpiade wajib jalani tes COVID-19 setiap hari

Lebih dari 100 pekerja medis dari luar negeri juga menawarkan diri untuk menjadi sukarelawan di Olimpiade, dan panitia telah mempertimbangkan di mana akan menempatkan mereka dan kapan akan membawa mereka.

Bulan lalu, Presiden IOC Thomas Bach mengatakan staf medis tambahan dari luar negeri akan dikirim oleh komite Olimpiade nasional selama pertandingan untuk membantu penyelenggaraan dan implementasi penanggulangan COVID-19 di kampung atlet dan venue.

Baca juga: IOC siap kirim staf medis ke Olimpiade Tokyo

Publik Jepang khawatir Olimpiade dapat menambah beban pada sistem medis Jepang, dengan komite telah mengamankan sekitar 90 persen dokter dan 80 persen perawat yang dibutuhkan untuk membantu Olimpiade.

Olimpiade Tokyo, yang akan dibuka pada 23 Juli, akan diadakan tanpa penonton dari luar negeri sebagai bagian dari langkah-langkah untuk mencegah penyebaran virus corona.

Baca juga: Jepang tak mau Olimpiade bebani sistem medis
Baca juga: Kurangnya tenaga medis jadi masalah berikutnya bagi Olimpiade Tokyo

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel