Olimpiade Tokyo, Praveen/Melati Dapat Menu Latihan Seperti Owi/Butet

·Bacaan 1 menit

VIVA – Ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti akan menjadi satu-satunya wakil Merah Putih di sektor ini pada ajang Olimpiade Tokyo 2020 yang akan bergulir pada 23 Juli - 8 Agustus mendatang.

Praveen/Melati yang saat ini duduk di peringkat empat dunia diharapkan menjadi suksesor Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang berhasil menyabet medali emas di Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Sang pelatih, Richard Mainaky mengatakan, Praveen/Melati sudah menjalankan program latihan dengan maksimal, walau masih terus melakukan pembenahan di berbagai sisi. Kekalahan Praveen/Melati atas juniornya di laga simulasi tidak menjadi soal bagi pelatih kawakan tersebut.

Sementara itu, Richard yang sukses membawa Tontowi/Liliyana ke podium teratas di Olimpiade Rio 2016, mengungkapkan bahwa tidak ada perubahan yang signifikan dalam menu latihan yang ia berikan saat itu dibandingkan dengan Praveen/Melati saat ini.

"Untuk menu latihan tidak banyak perubahan dari saat Owi/Butet di Olimpiade 2016 ke Praveen/Melati sekarang. Tetapi ada penyesuaian khusus karena setiap individu punya kebutuhan yang berbeda-beda. Tapi intinya program saya tidak banyak berubah,” ujar Richard dikutip VIVA Bulutangkis dari situs resmi PBSI, Kamis 1 Juli 2021.

“Yang berubah mungkin intensitasnya saja, saya harus pintar menjaga form mereka karena di pandemi ini kondisinya mereka kan naik turun seiring tidak adanya pertandingan,"

Menurut Richard, biasanya ada training camp di luar pelatnas sebelum Olimpiade. Namun jika kondisi tidak memungkinkan maka akan dimaksimalkan di Pelatnas.

"Juga biasanya saya ada training camp di luar pelatnas sebelum Olimpiade, ketika 2016 saya boyong ke Kudus selama dua minggu, tapi kalau sekarang kondisinya tidak memungkinkan. Jadi saya akan maksimalkan di pelatnas," kata dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel