Ombudsman Awasi Pembagian Masker

Laporan Wartawan  Tribun Pekanbaru/Fakhrurrodzi

*Warga Silakan Lapor Jika Dinas Kesehatan Belum Laksanakan

TRIBUNNEWS.COM PEKANBARU – Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia (ORI), Ahmad Fitri meminta, masyarakat untuk memberitahukan kepada lembaga dipimpinnya, jika masih ada Dinas Kesehatan di Provinsi Riau belum membagikan masker.

Pembagian masker ini, tutur Ahmad Fitri, merupakan bagian dari pelayanan publik pemerintah dalam penanggulangan kabut asap yang terjadi selama sepekan ini di Riau.

“Kami meminta kepada masyarakat yang mengetahui, jika belum ada menerima pembagian masker, tolong diberitahu,” ungkap Ahmad Fitri, Sabtu (22/6) malam, di Ruang H Ismail Suko, Gedung Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Riau.

Ia mengakui, selama sepekan ini, Ombudsman tidak memberikan perhatian serius dalam kasus asap di Riau. Namun demikian, lembaga dipimpinnya akan memantau penanggulangan asap kabut di Riau. Ini sesuai dengan fungsi Ombudsman mengawasi pelaksanaan pelayanan publik dan dugaan maladministrasi perizinan perusahaan.

“Ombudsman dapat informasi menarik dari acara ini, kita mesti memantau penanggulangan bencana asap. Sejauh mana pemerintah membantu masyarakat dalam penyediaan masker. Ini bisa diperdalam. Senin kita akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan,” kata Ahmad usai menghadiri konferensi pers Uji Komptensi Jurnalis (UKJ) yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pekanbaru.

Mantan Ketua AJI Pekanbaru ini menjelaskan, Ombudsman akan mengawasi Polda Riau dalam proses hukum terhadap seorang yang ditangkap sebagai pembakar lahan. “Ombudsman bisa mengawasi kinerja kepolisian sejauh mana proses hukum di sana, pelaku sudah ditangkap, dijadikan tersangka, atau diketahui terbukti, tapi tidak dijadikan tersangka,” jelasnya.(rzi)

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.