Ombudsman sarankan Pemerintah untuk perkuat stok pangan

Ombudsman Republik Indonesia menyarankan kepada Pemerintah untuk memperkuat stok pangan nasional dalam menghadapi persoalan-persoalan pangan yang terjadi saat ini.

"Lakukan penguatan stok. Pemerintah mulai sekarang segera mengeksekusi hal tersebut karena bukan hal yang sulit selama ada kebijakannya," kata anggota Ombudsman Republik Indonesia Yeka Hendra Fatika di Jakarta, Kamis.

Yeka Hendra Fatika mengatakan bahwa persoalan pangan yang terjadi saat ini adalah masalah harga dan ketersediaan stok pangan.

Upaya penguatan stok pangan, menurut dia, dapat membantu masyarakat yang saat ini rentan terkena dampak kenaikan harga pangan.

Dalam kesempatan terpisah, pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah dari Universitas Trisakti menyambut baik saran penguatan stok pangan dari Ombudsman.

Trubus Rahadiansyah berharap Pemerintah segera merespons saran dari Ombudsman dalam rangka menghadapi persoalan-persoalan yang terjadi di sektor pangan.

Trubus juga menyarankan Presiden Joko Widodo segera melakukan koordinasi untuk membentuk tim pangan dalam rangka mengolaborasikan kementerian serta lembaga di sektor pangan.

Ia pun berharap tim pangan berada di bawah kepemimpinan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin yang akan mengoordinasikan semua hal.

Tim pangan juga disarankan harus libatkan pelaku-pelaku usaha yang bergerak di sektor pangan.

"Pembentukan tim pangan ini harus segera dilakukan," ujar Trubus saat dihubungi di Jakarta.

Selain itu, dia memandang perlu Pemerintah menganggarkan kebijakan-kebijakan terkait dengan swasembada pangan.

Pelaku usaha sektor pangan juga perlu diberikan insentif atau bantuan oleh Pemerintah dalam rangka percepat pengadaan stok pangan.

Baca juga: Stok pangan bersubsidi selalu tersedia di Pasar Slipi
Baca juga: Mentan cek harga dan stok pangan di pasar tradisional Makassar

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel