Ombudsman: Sempat Ada Aksi Protes Warga Sebelum Kilang Balongan Terbakar

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Anggota Ombudsman Republik Indonesia Hery Susanto membeberkan kronologi lengkap kebakaran Kilang Balongan versi warga yang terjadi pada akhir bulan lalu. Kebakaran ini membuat 6 warga menderita luka berat sementara lainnya mengalami luka ringan.

"Pada Minggu 28 Maret 2021 pukul 21.30 WIB warga Balongan datang ke humas Pertamina karena mencium bau yang sangat menyengat dari kilang Pertamina sejak sore," ujar Hery dalam jumpa pers secara daring, Jakarta, Rabu (14/4).

Karena merasa tidak digubris oleh sekuriti warga menjadi emosional dan melakukan aksi lempar ke kantor Pertamina. Kemudian, pada minggu 28 Maret 2021 pukul 22.00 WIB protes warga dibubarkan oleh polisi (Polsek Balongan).

"Lalu pukul 23.45 WIB terjadi ledakan kecil. Selanjutnya, pada Senin 29 Maret 2021 pukul 00.00 hingga 01.00 ada ledakan yang lebih besar tepatnya pada 00.45 WIB setelah terjadi ledakan besar warga berhamburan. Bahkan di lokasi kejadian terdapat mobil pabrik yang juga terbakar," kata Hery.

Lalu, pada Senin 29 Maret 2021 jam yang sama, pada saat kejadian ada 6 warga yang habis menghadiri pengajian Nisfu Sa'ban lewat dekat lokasi yang kemudian terhempas dan kemudian mendapatkan luka berat sedangkan 15 orang luka ringan.

"Mereka adalah warga yang tinggal di sekitar Kilang Balongan," kata Hery.

.

Keterangan Pertamina

Tim HSSE & Fire Fighter Pertamina berupaya memadamkan api pada insiden tangki Pertamina di Kilang Balongan RU VI, Indramayu pada Rabu (31/3). Dok Pertamina
Tim HSSE & Fire Fighter Pertamina berupaya memadamkan api pada insiden tangki Pertamina di Kilang Balongan RU VI, Indramayu pada Rabu (31/3). Dok Pertamina

Sementara keterangan yang didapat Ombudsman dari pihak Pertamina yaitu,pertama, tanki yang terbakar adalah tanki pertalite dengan lokasi di pojok kilang dengan jumlah 4 tanki atau 7 persen dari total kilang Balongan sebanyak 71 tanki. Luas area tanki yang terbakar sekitar 2 hektare.

"Kedua, tanki yang pertama kali terbakar adalah tanki 42-T-301-G yang berisi pertalite. Kemudian api menyebar ke tanki 42-T-301-E, 42-T-301-F, 42-T-301H yang berada dalam satu cluster. Kejadiannya sendiri tanggal 29 Maret 2021 pukul 00.57 WIB," papar Hery.

Ketiga, kata Hery, perihal upaya penanganan yang dilakukan oleh Pertamina dilakukan sebelum dan sesaat setelah kejadian, yaitu langkah antisipatif dan penanganan tanggap darurat.

"Pertamina segera melakukan transfer minyak dari tanki G ke tanki F dan D guna menurunkan level di tanki G yang terbakar. Melakukan penutupan valve dan mengisolir area," jelasnya.

Kemudian, Pertamina juga mengaktifkan main fire pump dan valve Iine water sprinkler serta memproteksi tanki G dengan water sprinkler serta menyiapkan foam chemical untuk disemprotkan di area bundwall sebelum kejadian berlangsung.

"Di saat bersamaan Pertamina dan pemerintah setempat melakukan evakuasi terhadap masyarakat sekitar ke lokasi aman," tandas Hery.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com