Ombudsman Soroti Penindakan Prokes di Acara Habib Rizieq

Siti Ruqoyah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Anggota Ombudsman RI Ninik Rahayu meminta aparat keamanan dan Satgas COVID-19 tegas menindak pelanggaran protokol kesehatan terkait acara di rumah Habib Rizieq Shihab yang melanggar protokol kesehatan (prokes) saat pandemi COVID-19.

"Kasihan lah para pejuang protokol kesehatan, paramedis, petugas keamanan, petugas pemerintah," ujar Ninik di Jakarta, Senin, 16 November 2020.

Rizieq, kata Ninik, merupakan seseorang yang mudah ditiru warga. Jika tak ada tindakan tegas terhadapnya, maka Indonesia akan mengalami masalah besar terkait penerapan protokol kesehatan corona.

"Harusnya aparat keamanan dapat bertindak tegas kepada siapa pun yang melanggar protokol kesehatan, tidak tebang pilih. Kalau sudah diingatkan, tapi masih dilanggar. Maka law enforcement harus ditegakkan," ujarnya.

Pengamat kesehatan Marius Widjajarta juga menyoroti hal serupa. Menurut Marius, jangan ada tebang pilih hukuman terhadap pelanggar kesehatan. Jangan sanksi diberikan hanya kepada masyarakat biasa namun tidak ada tindakan ke para elite.

"Jadi jangan di bawah tegas tapi di atas enggak. Kalau pemerintah DKI mau dihargai maka harus bertindak," katanya.

Dengan adanya pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan Habib Rizieq Shihab, Marius mempertanyakan tanggung jawab dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Karena di ibu kota masih menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.

"Jadi memang ini dipertanyakan pertanggungjawabannya pemerintah DKI dalam penanganan Covid-19," ujarnya.

Sepulang dari Arab Saudi, Habib Rizieq Shihab berulang kali membuat acara yang menghadirkan banyak orang. Di bandara, kedatangannya disambut ribuan orang hingga membuat arus lalu lintas macet parah, ratusan penerbangan pun harus ditunda.

Setelah itu, ia menghadiri acara di Bogor. Kondisinya pun sama. Ribuan orang menyambut Habib Rizieq di kawasan Megamendung.

Dalam waktu dekat, Habib Rizieq berencana membuat reuni 212 di Monumen Nasional, Jakarta Pusat. Kegiatan ini juga diperkirakan akan dihadiri massa. Apakah Pemprov DKI akan mengizinkan atau tidak reuni 212.

Baca juga: Jenderal BG, Batal Jadi Kapolri Kini Pimpin Intelijen Negara