Ombudsman Sumbar Terima 323 Laporan Sepanjang 2022, Terbanyak dari Dunia Pendidikan

Merdeka.com - Merdeka.com - Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) menerima 323 laporan dari masyarakat sepanjang tahun 2022. Berdasarkan substansinya, laporan terbanyak datang dari dunia pendidikan.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumbar Yefri Heriani mengatakan, sebagian besar laporan masuk didominasi malaadministrasi tidak memberikan pelayanan pada penyelenggaraan pelayanan publik.

"Laporan masyarakat berdasarkan substansi laporan terbanyak berasal dunia pendidikan yakni sebanyak 58 laporan, kemudian disusul agraria atau pertanahan sebanyak 43, kepolisian 36, kepegawaian 34, pedesaan 24 serta ketenagakerjaan sebanyak 18 laporan," ujarnya

"Sebanyak 58 laporan yang masuk dari dunia pendidikan di tahun 2022 merupakan angka laporan tertinggi dalam tiga tahun terakhir ini," tuturnya di Padang, Sumatera Barat, Kamis, (29/12)

Laporan masuk yang ditangani Ombudsman Sumbar pada dunia pendidikan paling banyak didominasi oleh pengaduan orang tua terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), seperti adanya penyimpangan malaadministrasi yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Selain PPDB, laporan yang masuk dari dunia pendidikan juga ditemui laporan seperti larangan siswa ujian dan praktik lapangan karena belum membayar uang komite.

"Laporan masuk banyak ditemukan di Kota Padang, laporan didominasi pengaduan orang tua terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), seperti adanya penyimpangan malaadministrasi yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku," sambungnya.

Jika dibandingkan dari tahun sebelumnya, laporan masuk terkait dunia pendidikan kepada Ombudsman Sumbar meningkat. "Tahun sebelumnya laporan paling tinggi itu ditemukan pada kesejahteraan sosial, bisa jadi laporan terkait dunia pendidikan meningkatkan karena belakangan ini pandemi Covid-19 sudah mulai landai," sambungnya.

Pada tahun 2022 ini, masyarakat yang melapor datang langsung ke kantor Ombudsman RI perwakilan Sumbar di Kota Padang. "Untuk jumlah laporan tahun 2022 lebih meningkat dari tahun sebelumnya. Sekarang ada 323 laporan, tahun 2021 itu hanya 268 laporan," tuturnya. [yan]