Omicron Cepat Menyebar, Bima Arya: Tinggal Tunggu Waktu Ditemukan di Kota Bogor

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Bogor - Wali Kota Bogor, Bima Arya menyatakan, penularan dan penyebaran Covid-19 varian Omicron sangat sulit dihindari. Sebab, penyebaran varian virus corona ini sangat cepat dibanding varian Delta.

"Tinggal tunggu waktu saja, saya kira di Kota Bogor juga nanti bakal ditemukan kasus ini, karena sulit untuk menghindar," kata Bima Arya kepada wartawan, Rabu (12/1/2022).

Terlebih, kini sudah ada satu warga asal Dramaga, Kabupaten Bogor yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 varian Omicron.

Namun begitu, untuk meminimalisasi penyebaran Omicron di Kota Bogor, pihaknya akan mengikuti arahan pemerintah pusat, yakni menggencarkan kembali strategi tracing, testing, dan treatment (3T).

"Penelusuran itu penting, walaupun secara data belum diiringi keterisian rumah sakit dan tingkat vatality, tetapi 3T harus digencarkan," ucap Bima.

Kembali Aktifkan RW dan RT Siaga

Warga beraktivitas di area Lawang Salapan atau Tepas Salapan Mlawang Dasakreta, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2020). Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan akan menerapkan jam malam, menyusul ditetapkannya kota hujan ini sebagai zona merah COVID-19. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Warga beraktivitas di area Lawang Salapan atau Tepas Salapan Mlawang Dasakreta, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2020). Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan akan menerapkan jam malam, menyusul ditetapkannya kota hujan ini sebagai zona merah COVID-19. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Pemkot Bogor juga akan mengaktivasi kembali RW dan RT Siaga serta pusat isolasi di BPKP Ciawi dan Kampus IPB Dramaga. Termasuk menyiagakan rumah sakit rujukan Covid-19.

"Jadi kalau ada warga memiliki gejala harus segera ditangani, supaya tidak sampai cepat menyebar ke yang lain," pungkasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel