Omset Obat Tradisional Capai Rp 13 Triliun

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Merdeka.com
    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    MERDEKA.COM. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar rencana akuisisi lebih dari 60 persen saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri ditunda. Soalnya, wacana itu dinilai sudah meresahkan masyarakat. …

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perindustrian mencatat, omset obat tradisional pada 2011 mencapai Rp 11 triliun dan tahun ini diperkirakan mencapai Rp 13 triliun. »Terus naik menjadi Rp 20 triliun pada 2015 mendatang,” kata Menteri Perindustrian MS Hidayat pada Pameran Produk Industri Kosmetik dan Obat Tradisional, Selasa 16 Oktober 2012. 

Dari omset sebesar itu pemerintah menargetkan ekspor obat tradisional mencapai Rp 16 triliun. "Pemerintah sangat yakin target itu tercapai dan saya harapkan teman-teman pengusaha juga memiliki optimisme yang sama," kata Hidayat. 

Selain menghasilkan omset yang cukup tinggi, industri obat tradisional telah menyerap ratusan ribu tenaga kerja di berbagai daerah. Saat ini tercatat 10 industri jamu skala besar dan lebih dari 1.000 industri jamu skala kecil dan menengah yang terbesar di berbagai wilayah indonesia, terutama di Pulau Jawa. 

Melihat perkembangan itu, kata Hidayat, dapat disimpulkan bahwa industri obat tradisional dalam negeri telah tumbuh sebagai salah satu industri andalan dalam negeri yang dapat menggerakkan roda perekonomian nasional. "Perkembangan produk obat tradisional telah memberikan hasil yang menggembirakan baik dari sisi kapasitas, perolehan devisa, maupun penyerapan tenaga kerja," katanya. 

Walau industri obat tradisional terlihat menggembirakan, Hidayat mengatakan masih ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi industri jamu dalam negeri. Ia mengatakan, potensi bahan baku dalam bentuk herbal yang luar biasa melimpah belum berhasil dimanfaatkan pelaku usaha dengan optimal. Industri obat tradisional juga harus bersaing dengan produk obat tradisional impor yang masuk ke pasar domestik dan merebaknya penggunaan bahan kimia dalam obat tradisional yang memperburuk citra jamu Indonesia. 

Untuk itu, pemerintah berjanji akan terus berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif agar usaha jamu dalam negeri terus bergairah sehingga industri jamu dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri. "Pemerintah telah mendukung investasi jamu dalam negeri dalam bentuk tax allowance, pembebasan bea masuk atas impor mesin dan bahan industri jamu," kata Hidayat.

RAFIKA AULIA

Berita terpopuler lainnya:

Pesawat Sriwijaya Air Salah Mendarat

Ramai-ramai Menyelewengkan ''Beras Miskin'' 

Gita Wirjawan Jualan Manggis di Selandia Baru 

Investasi Reksa Dana Masih Minim Peminat

Rupiah Sulit Beranjak Dari 9.600

BPK Audit LSerentak Freeport, Antam, dan Newmont

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...