Omzet Batik Sembung Kulon Progo Meningkat

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Merdeka.com
    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    MERDEKA.COM. Kementerian Perdagangan mengklaim industri fesyen muslim Indonesia saat ini paling ternama di dunia. Industri sejenis di Malaysia, negara muslim terdekat, dinilai belum mampu menyaingi. …

Kulon Progo (ANTARA) - Omzet penjualan Batik Sembung Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami peningkatan hingga mencapai Rp60 juta selama Ramadhan dan menjelang lebaran Idul Fitri 1432 H.

Kepala Divisi Pemasaran Batik Sembung Lendah, Irdiani, di Lendah, Rabu, mengatakan omzet penjualan batik pada hari-hari biasa mencapai Rp31 juta hingga Rp40 juta setiap bulan atau sekitar 600 hingga 800 potong, namun Ramadhan dan Lebaran omzet meningkat menjadi Rp60 juta dalam waktu kurang dari satu bulan.

"Peningkatan omzet Batik Sembung ini, dikarenakan meningkatnya permintaan pasar lokal dan pasar Internasional," katanya.

Menurut dia, harga Batik Sembung yang ditawarkan sangat variatif dari harga terendah Rp75.000 per potong hingga jutaan rupiah tergantung pesanan.

"Soal harga sangat kompetitif dan tergantung pesanan yang mereka minta. Selain itu, harga juga disesuaikan dengan kualitas barang atau batik yang diminta," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya menawarkan berbagai jenis batik seperti batik kombinasi modern, batik tulis, dan batik tradisional yang dibuat secara alami.

"Kebanyakan pembeli memilih batik tulis kombinasi yang sangat sesuai dengan perkembangan kondisi masyarakat dan pasar. Selain itu, batik tulis kombinasi sangat elegan bagi yang memakainya tanpa terbatas pada situasi dan kondisi," katanya.

Batik Sembungan, kata dia, juga dipasarkan ke wilayah Bandung, Jakarta, Pekan Baru Riau, Lampung, Batam dan Jember. Sedangkan permintaan pasar lokal khusus di DIY pasaran harus bersaing terutama soal harga.

"Dari Pekan Baru Riau dan Batam, Batik Sembungan dijual lagi di Singapura, Malaysia dan Brunei Darusalam. Untuk paskalebaran ini, banyak permintaan dari mereka. Kami sedang memproduksi batik yang kualitasnya bagus dan membuat model batik yang sesuai dengan tuntutan pasar," katanya.

Ia mengatakan, management Batik Sembung juga melakukan penjajakan pasar Eropa khususnya di Swedia dan ke Jepang.

"Kami terus melakukan penjajakan pemasaran Batik Sembung ke berbagai negara baik ke Eropa dan Asia Timur seperti Jepang dan Korea," katanya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...