Omzet Batik Sembung Kulon Progo Meningkat

  • Dahlan pun Tidak Berdaya Tagih Dividen Freeport  

    Dahlan pun Tidak Berdaya Tagih Dividen Freeport  

    Tempo
    Dahlan pun Tidak Berdaya Tagih Dividen Freeport  

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyatakan tak bisa berbuat banyak jika PT Freeport Indonesia tetap menolak menyetor dividen. Alasannya, suara pemerintah dalam rapat umum pemegang saham sangat kecil dibandingkan pemegang saham lainnya. (Baca: Freeport dan PLN Belum Setor Dividen) …

  • Industri Kertas Indonesia Kalah dari Singapura  

    Industri Kertas Indonesia Kalah dari Singapura  

    Tempo
    Industri Kertas Indonesia Kalah dari Singapura  

    TEMPO.CO, Jakarta - Meskipun memiliki pasokan bahan baku kertas yang besar, Indonesia masih kalah dari Singapura dalam hal ekspor produk cetakan. Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Jimmy Junianto mengatakan saat ini nilai ekspor barang cetakan Indonesia baru mencapai US$ 226 juta, hanya seperenam dari nilai ekspor produk cetakan Singapura yang sebesar US$ 1,5 miliar. …

  • Singapura jadi raja pemberi utang ke Indonesia Rp 582,4 triliun

    Singapura jadi raja pemberi utang ke Indonesia Rp 582,4 triliun

    Merdeka.com
    Singapura jadi raja pemberi utang ke Indonesia Rp 582,4 triliun

    MERDEKA.COM. Bank Indonesia (BI) mengeluarkan data terbaru mengenai utang luar negeri Indonesia. Per Februari 2014, utang luar negeri Indonesia tembus USD 272,1 miliar atau setara dengan Rp 3107,4 triliun. utang ini terdiri dari utang luar negeri pemerintah dan bank sentral sebesar USD 129 miliar serta utang luar negeri swasta sebesar USD 143 miliar. ... …

Kulon Progo (ANTARA) - Omzet penjualan Batik Sembung Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami peningkatan hingga mencapai Rp60 juta selama Ramadhan dan menjelang lebaran Idul Fitri 1432 H.

Kepala Divisi Pemasaran Batik Sembung Lendah, Irdiani, di Lendah, Rabu, mengatakan omzet penjualan batik pada hari-hari biasa mencapai Rp31 juta hingga Rp40 juta setiap bulan atau sekitar 600 hingga 800 potong, namun Ramadhan dan Lebaran omzet meningkat menjadi Rp60 juta dalam waktu kurang dari satu bulan.

"Peningkatan omzet Batik Sembung ini, dikarenakan meningkatnya permintaan pasar lokal dan pasar Internasional," katanya.

Menurut dia, harga Batik Sembung yang ditawarkan sangat variatif dari harga terendah Rp75.000 per potong hingga jutaan rupiah tergantung pesanan.

"Soal harga sangat kompetitif dan tergantung pesanan yang mereka minta. Selain itu, harga juga disesuaikan dengan kualitas barang atau batik yang diminta," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya menawarkan berbagai jenis batik seperti batik kombinasi modern, batik tulis, dan batik tradisional yang dibuat secara alami.

"Kebanyakan pembeli memilih batik tulis kombinasi yang sangat sesuai dengan perkembangan kondisi masyarakat dan pasar. Selain itu, batik tulis kombinasi sangat elegan bagi yang memakainya tanpa terbatas pada situasi dan kondisi," katanya.

Batik Sembungan, kata dia, juga dipasarkan ke wilayah Bandung, Jakarta, Pekan Baru Riau, Lampung, Batam dan Jember. Sedangkan permintaan pasar lokal khusus di DIY pasaran harus bersaing terutama soal harga.

"Dari Pekan Baru Riau dan Batam, Batik Sembungan dijual lagi di Singapura, Malaysia dan Brunei Darusalam. Untuk paskalebaran ini, banyak permintaan dari mereka. Kami sedang memproduksi batik yang kualitasnya bagus dan membuat model batik yang sesuai dengan tuntutan pasar," katanya.

Ia mengatakan, management Batik Sembung juga melakukan penjajakan pasar Eropa khususnya di Swedia dan ke Jepang.

"Kami terus melakukan penjajakan pemasaran Batik Sembung ke berbagai negara baik ke Eropa dan Asia Timur seperti Jepang dan Korea," katanya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...