Once Upon a Time in Chinatown, Zack Lee Ungkap Pesan Moral Lewat Kuliner Legendaris

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Series Once Upon a Time in Chinatown merupakan sebuah docuseries yang diinisiasi oleh Zack Lee dan Sheila Timothy. Docuseries ini menceritakan tentang kuliner dari restoran legendaris daerah Kota di Jakarta.

Dalam docuseries ini, tak hanya bicara tentang kuliner atau makan-amakan, namun juga menangkap kisah inspiratif dari pemilik restoran yang dikulik oleh Zack Lee yang juga menjadi pembawa acara bersama pakar kuliner Tirta Lie.

Selain tentang makanan itu sendiri, docuseries yang juga disutradarai oleh Sheila Timothy dan Zack Lee tersebut memadukan cerita daerah Kota Tua Jakarta yang lekat dengan budaya Tionghoa dalam perjalanan sejarahnya.

TERKAIT: Zack Lee dan Sheila Timothy Besut Docuseries Once Upon a Time in Chinatown

TERKAIT: Zack Lee Nangis Jadi Raksasa Dunia di Drama Musikal Timun Mas

TERKAIT: Zack Lee Rasakan Kehangatan Keluarga di Episode 3 Series 'Once Upon a Time in Chinatown'

7 Episode

Zack Lee (YouTube/Lifelike Pictures)
Zack Lee (YouTube/Lifelike Pictures)

Once Upon a Time in Chinatown dituangkan dalam 7 episode. Docuseries ini merangkum banyak topik di dalamnya. Tidak hanya menceritakan tentang makanan itu sendiri, lebih dari itu, docuseries ini memberikan kita perspektif yang berbeda tentang makanan, sehingga dapat mengubah pandangan kita dalam memaknai sebuah makanan.

Setiap episode Once Upon a Time in Chinatown akan memperlihatkan serta menjelaskan unsur-unsur makanan yang disajikan oleh setiap restoran yang tentunya memiliki ciri khas makanan yang berbeda. Penjelasan ini tidak berhenti dengan cara masak dan rempah-rempah yang digunakannya, tetapi ada filosofi di belakang pembuatan makanan tersebut juga.

Filosofi ini biasanya diambil dari kultur Tionghoa dan dipadukan dengan kultur Indonesia yang menarik dan jarang diketahui oleh masyarakat pada umumnya.

Kisah Inspiratif

Zack Lee (YouTube/Lifelike Pictures)
Zack Lee (YouTube/Lifelike Pictures)

Docuseries ini menggunakan makanan sebagai medium untuk menceritakan kisah hidup pemilik restoran, mulai dari resep makanan yang diteruskan secara turun temurun hingga pengorbanan seorang anak demi menghormati perjuangan orang tuanya mempertahankan bisnis.

Kisah-kisah dari para pemilik restoran yang mempertahankan resep masakan keluarga secara turun temurun pada docuseries ini dapat mengingatkan para penontonnya untuk menghargai kerja keras dan perjuangan dalam kehidupan.

“Dari awal ide kami adalah mau membuat docuseries yang menggunakan makanan sebagai medium untuk menceritakan hidup mereka. Kami tidak ingin docuseries ini hanya sekedar makan-makan, tetapi ada pesan, ada moral, bisa menginspirasi banyak generasi, bisa menceritakan cerita yang mungkin sudah hilang. So that’s the whole idea,” kata Zack Lee.

Once Upon a Time in Chinatown tidak hanya menceritakan makanan tetapi juga memberikan kisah inspiratif yang dapat dipetik sebagai pembelajaran. Episode 1 sampai 3 dapat ditonton secara gratis. Untuk episode selanjutnya, pengguna dapat upgrade akunnya jadi Vision+ premium.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel