One Championship: Eko Roni Saputra Jagokan Ritu Phogat Bisa Lawan Angela Lee

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta- Bintang kelas flyweight ONE Championship Eko Roni Saputra kagum dengan aksi rekan setimnya di di Evolve MMA Ritu Phogat. Petarung wanita tersebut sukses mengatasi perlawanan petarung veteran asal Tiongkok yang sangat dihormati yaitu Meng Bo pada babak perempat final ONE Women’s Atomweight World Grand Prix.

ONE Women’s Atomweight World Grand Prix merupakan bagian dari ONE: EMPOWER yang merupakan duel antar petarung wanita. Ajang ini diselenggarakan pada 3 September lalu di Singapura.

Phogat selamat dari kekalahan pada penghujung ronde pertama, setelah dia terhuyung-huyung oleh pukulan tangan kanan Meng Bo yang hampir mengakhiri malam lebih awal. “The Indian Tigress” kemudian mendominasi ronde kedua dan ketiga, dan menutupnya dengan meraih kemenangan mutlak yang mengesankan.

“Penampilan Ritu di Grand Prix sangat mengagumkan. Banyak orang melihatnya sebagai underdog, dan Meng Bo juga cukup percaya diri, mengatakan bahwa dia bisa mengalahkan Ritu dalam satu ronde. Namun, Ritu membuktikan kepada seluruh dunia apa yang dia buat ketika dia mendominasi jalannya seluruh pertarungan,” kata Eko dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com.

“Saya pikir dia mengejutkan dunia ketika dia mengalahkan seorang petarung sekelas Meng Bo. Itu benar-benar mengesankan untuk ditonton tetapi juga sangat menginspirasi bagi saya dan tim di Evolve untuk melihat kerja keras rekan setim terbayar di Circle dengan hasil itu.”

Lawan Terberat

Petarung Indonesia, Eko Roni Saputra saat demonstrasi perkenalannya di One Championship di Jakarta, Jumat (5/4/2019) (Liputan6.com/ Yoppy Renato)
Petarung Indonesia, Eko Roni Saputra saat demonstrasi perkenalannya di One Championship di Jakarta, Jumat (5/4/2019) (Liputan6.com/ Yoppy Renato)

Pada kesempatan tersebut, Eko juga mengungkapkan lawan berat yang bisa menjadi batu sandungan bagi Ritu untuk menjadi juara yakni Stamp Fairtex.

“Menurut saya, Stamp Fairtex akan menjadi tantangan terberat Ritu karena kehebatannya dalam menyerang. Tentu saja, Ritu juga bekerja sangat keras dalam permainan pukulannya sehingga pertandingan itu akan sangat menarik untuk ditonton. Kita bisa melihat kemampuan Ritu meningkat setiap saat di dalam Circle. Kerja kerasnya terbayar, tapi kami juga melihatnya semakin percaya diri di setiap pertarungan,” ujar Eko.

“Ini terbukti dalam daya saingnya, terutama dengan pertarungannya baru-baru ini di ajang Grand Prix. Jadi saya yakin Ritu pasti punya peluang untuk menang jika dia terus maju dan berkembang sebagai seorang petarung. Bahkan, suatu hari nanti, kemungkinan besar dia juga akan bisa menghadapi sang juara untuk meraih sabuk itu sendiri.”

Lawan Angela

Pemenang ONE Women’s Atomweight World Grand Prix diperkirakan akan dinobatkan sebagai penantang nomor satu untuk tahta atomweight dan akan menghadapi Angela Lee, pemegang gelar lama divisi tersebut, sekitar awal tahun depan.

Phogat perlu memenangkan dua pertarungan lagi untuk merebut gelar turnamen dan tantangan untuk sabuk atomweight.

“Saya pikir kemungkinan Ritu bisa bertemu Angela suatu hari nanti dan ketika hari itu tiba, itu akan sangat menyenangkan. Ritu sebagai pegulat dan Angela sebagai spesialis ground, akan sangat sulit untuk mengatakan bagaimana kelanjutannya,” lanjut Eko.

“Perkembangan Ritu sebagai seorang petarung sangat menyenangkan untuk disaksikan dan saya pikir jika dia cocok dengan Angela, dia akan melakukan pertarungan yang hebat melawan sang juara.”

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel