Ongen Saknosiwi latih tanding 84 ronde untuk duel di Balai Sarbini

Ongen Saknosiwi terus melakukan persiapan, salah satunya melakoni latih tanding sebanyak 84 ronde untuk menghadapi petinju Thailand Jirawat Thammachot di Balai Sarbini, Jakarta, 1 Juli.

Sejauh ini, Ongen mengaku telah tiga kali melakoni sparring partner dengan masing-masing delapan ronde.

"Selanjutnya hingga tanggal 25 Juni, latih tanding dilakukan tiga kali dalam satu pekan dengan masing-masing 10 ronde. Jadi sebelum pertandingan, ada sekitar enam kali lagi latih tanding," kata Ongen kepada ANTARA, Senin.

Baca juga: 800 tiket tersedia dalam duel Daud Yordan vs Panya Uthok

Ongen mengatakan persiapan kali ini dilakukan di Dirgantara Boxing Camp TNI AU. Ongen berlatih di bawah arahan tiga pelatih yakni Kopral Dua (Kopda) Domi, Kopda Abdi, dan Adrianus Manopo.

"Di sini tidak kekurangan mitra latih tanding. Ada banyak petinju potensial yang juga memiliki gaya bertanding mirip dengan lawan yang akan saya hadapi nanti," ujar Ongen menambahkan.

Persiapan yang dilakukan Ongen saat ini berbeda dengan pertandingan sebelumnya ketika menghadapi Rattakorn Tassaworn di World Siam Stadium, Bangkapi, Bangkok, 4 Maret 2022.

Ketika itu, Ongen mematangkan diri di sasana milik Daud Yordan di Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat dan berada di bawah arahan pelatih Edin Diaz.

Dalam pertandingan terakhirnya, Ongen sukses menang KO ronde keempat atas Tassaworn sekaligus memastikan gelar juara WBC Asian Boxing Council Continental kelas bulu (57,1kg).

Baca juga: MPRO bakal lebih banyak beri ruang petinju muda tambah jam terbang

Namun pada pertandingan di Balai Sarbini, pertandingan Ongen tanpa gelar. Menurutnya laga ini dipersiapkan untuk menambah jam terbang.

Maklum sebelum tanding di Thailand, 4 Maret lalu, Ongen dua tahun lebih absen di atas ring karena pandemi COVID-19.

"Pertandingan nanti akan berlangsung delapan ronde. Target saya menang dan bila ada kesempatan saya akan berusaha untuk pukul KO lawan. Saya mohon doanya untuk masyarakat Indonesia, khususnya Maluku, Pulau Buru dan Pulau Moa," kata Ongen.

Sejak debut profesional pada 23 November 2016, Ongen tak terkalahkan dalam sembilan pertandingan. Hebatnya, delapan di antaranya diraih dengan hasil KO.

Sedangkan lawan yang akan dihadapi pada 1 Juli, memiliki rekor delapan kali menang dan dua kali kalah. Menariknya lagi semua kemenangan diraih dengan hasil KO.

Baca juga: Ongen Saknosiwi persembahkan kemenangan untuk ibunya yang sedang sakit

Ongen dan Jirawat Thammachot hadir dalam gelaran MPRO Evolution Fight Series dengan laga utama perebutan titel WBC Asian Boxing Council Silver divisi ringan super (63,5kg) antara Daud Yordan versus Panya Uthok.

Selain itu ada juga laga undercard lainnya antara Silem Serang versus Frengky Rohi, Egi Rozten melawan Satria Sandika, dan Julio Bria berhadapan dengan Georgy Lumoly.

Presiden Direktur MPRO International Gustiantira Alandy mengatakan ini merupakan ajang pertama yang berlangsung di Jakarta setelah dalam dua laga sebelumnya bergulir di Thailand.

"Ini merupakan event ketiga MPRO Evolution Fight Series. Sudah waktunya kembali ke Jakarta dan juga merupakan kembalinya tinju profesional di Indonesia," kata Tira.

"Ajang ini juga merupakan bentuk dukungan kami untuk sports tourism setelah pandemi COVID-19. Ini cara kami untuk membuktikan Indonesia sudah bisa kembali menggelar event internasional," ujar Tira menambahkan.

Baca juga: Daud Yordan latih tanding 60 ronde satu bulan jelang duel di Jakarta

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel