Ongkir Disubsidi Jelang Lebaran Bakal Dongkrak Bisnis Logistik

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, Pemerintah akan memberikan subsidi ongkos kirim (Ongkir) bagi masyarakat yang berbelanja online jelang Lebaran mendatang. Insentif itu pun disambut baik perusahaan jasa logistik.

Chairman Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo), Muhammad Feriadi optimistis, kinerja perusahaan logistik akan terdongkrak dengan subsidi ongkir bagi masyarakat itu.

"Subsidi ongkir menurut kami akan meningkatkan transaksi yang akhirnya bisa meningkatkan jumlah volume kiriman bagi perusahaan jasa pengiriman," ungkap Muhammad Feriadi dikutip dari keterangannya, Sabtu, 10 April 2021.

Meski demikian Feriadi mengaku belum memperoleh informasi secara detail mengenai teknis kebijakan itu. Semua pelaku perusahaan jasa pengiriman sangat optimis akan ada pertumbuhan di bulan Ramadhan.

Baca juga: LPS Pertimbangkan Hapus Premi Penjaminan, Ini Syaratnya

Sebab, lanjutnya, kondisi pandemi telah mengubah perilaku konsumen dari sebelumnya belanja offline berubah menjadi belanja online. hal itu memicu peningkatan kiriman. Ditambah lagi adanya PPKM dan larangan mudik.

"Sudah menjadi kebiasaan masyarakat kita, biasanya berkirim-kirim saat Ramadhan, apalagi dengan kondisi saat ini. Gratis ongkir juga masih menjadi daya tarik untuk belanja online. Karena itu kami optimis pertumbuhan akan terjadi," kata Feriadi.

Lebih lanjut dia mengatakan, menghadapi masa padat pengiriman barang, biasanya perusahaan jasa pengiriman anggota Asperindo telah melakukan persiapan. Seperti. penambahan armada, SDM, dan untuk melakukan booking space untuk moda transportasi udara.

Karena itu dia menegaskan kesiapan para pengusaha logistik untuk mengantisipasi lonjakan pengguna jasa pengiriman saat periode Ramadhan.

Sebelumnya, Airlangga Hartarto mengatakan, Pemerintah akan memberikan subsidi ongkir akan diberikan pada momentum hari belanja online nasional atau Harbolnas sebelum Lebaran. Harbolnas bakal digelar serentak pada H-10 dan H-5 Hari Raya Idul Fitri.

“Hari belanja nasional melalui online ditujukan untuk produk nasional. Pemerintah akan memberikan subsidi ongkos kirim dan pemerintah sudah menyiapkan Rp 500 miliar,” tutur Airlangga.

Dia pun meyakini, Harbolnas akan mendorong pertumbuhan konsumsi masyarakat di masa Ramadhan hingga Lebaran. Sehingga pada akhirnya bisa mendorong pemulihan ekonomi nasional.