Online Shop Pengaruhi Angka Pengangguran di Tasikmalaya

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tasikmalaya, Jawa Barat mencatat angka pengangguran mencapai 6,62 persen di tahun 2022. Angka tersebut diketahui mengalami penurunan 1,37 persen dibandingkan tiga tahun sebelumnya di masa pandemi yang mencapai 7,99 persen.

Kepala BPS Kota Tasikmalaya, Bambang Pamungkas mengatakan bahwa penurunan angka pengangguran tidak lepas dari upaya yang dilakukan oleh seluruh instansi lintas sektoral. Dengan begitu, Kota Tasikmalaya mampu bangkit secara ekonomi dari pandemi Covid-19.

"TPT (tingkat pengangguran terbuka) Kota Tasikmalaya semakin bagus, yang semula tahun 2020 angkanya 7,99 persen, kemudian tahun 2021 turun jadi 7,66 persen dan tahun 2022 turun lagi jadi 6,62 persen. Artinya, Kota Tasikmalaya sudah bangkit dari efek pandemi," kata Bambang kepada wartawan, Kamis (10/11).

Diketahui, salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi pengangguran yang dilakukan adalah dengan mendidik pelajar dan mahasiswa untuk berwirausaha dengan melihat peluang usaha daring atau online shop. Pelatihan tersebut kemudian menjadikan mereka saat lulus menjadi pengusaha, tidak tercatat sebagai pengangguran.

Menurut Bambang, angka pengangguran di setiap daerah dipastikan tidak mungkin nol persen karena setiap tahunnya ada yang baru lulus sekolah dan kuliah. Dengan raihan angka saat ini, menurutnya Kota Tasikmalaya masih tergolong bagus.

"Kelasnya Amerika saja 6 persen kok, jadi no problem. Pengangguran itu susah dihindari tak mungkin nol, saat mereka (pelajar dan mahasiswa) masih sekolah, kuliah, mereka belum dihitung sebagai pengangguran. Tapi, ketika mereka sudah lulus sekolah, kuliah dan tak punya pekerjaan, itu mereka pengangguran. Sedangkan tiap tahun ada yang lulus," katanya.

Oleh karena itu, salah satu solusi untuk mengurangi pengangguran adalah mendidik pelajar mahasiswa untuk berwirausaha agar saat lulus tidak susah payah mencari pekerjaan karena telah memiliki penghasilan. Hal tersebut juga yang kemudian menjadikan Kota Tasikmalaya tingkat penganggurannya berkurang dan sektor perekonomian masyarakatnya meningkat.

"Sektor usaha online pun masuk dalam kategori warga bukan sebagai pengangguran. Online shop, pengaruh atau tidak? Sangat ngaruh, kita bilang pekerja itu tak harus pekerja offline, bekerja online itu sebenarnya bekerja. Karena pekerja itu konsepnya mereka yang berusaha mendapatkan penghasilan dan menanggung risiko itu namanya mereka yang sedang bekerja," jelasnya. [cob]