OnlyFans Akhirnya Menyerah

·Bacaan 2 menit

VIVAOnlyFans akhirnya menyerah juga. Platform itu membatalkan rencana untuk melarang konten porno di layanannya. Keputusan ini keluar kurang dari satu minggu setelah situs berlangganan pembuat konten (content creator) asal Inggris itu mengumumkan perombakan habis-habisan dengan alasan mematuhi kebijakan investor baru dari perbankan.

Penyebab dibatalkannya larangan konten porno di OnlyFans kemungkinan karena mereka memiliki perjanjian baru dengan perbankan untuk membayar para content creator, termasuk mereka yang berbagi materi konten seksual eksplisit.

Penangguhan ini disambut baik komunitas pekerja seks yang menggunakan OnlyFans untuk mencari uang secara aman di tengah pandemi, namun di sisi lain menunjukkan rentannya 'ekonomi para pembuat kreator', yang membolehkan pembuat konten mendapat uang langsung dari penggemarnya.

“Kami telah mengamankan jaminan yang dibutuhkan untuk mendukung komunitas kreator kami yang beragam dan menghentikan rencana pengubahan kebijakan yang sebelumnya direncanakan tanggal 1 Oktober mendatang,” demikian keterangan resmi OnlyFans, seperti dikutip dari situs Deutsche Welle, Kamis, 26 Agustus 2021.

Namun, platform itu tidak menjawab langsung pertanyaan lebih detail mengenai maksud 'jaminan yang sudah diamankan' tersebut. Brian Gross, seorang publisher dan ketua BSG PR yang mewakili sejumlah bintang dewasa pengguna OnlyFans, termasuk Maitland Ward dan Charlotte Stokely.

Mereka mengatakan pembatalan rencana OnlyFans ini 'kabar baik tentunya' bagi para pembuat konten namun rencana pelarangan tersebut sebelumnya telah menimbulkan 'kegelisahan dan kegugupan'. “Ada kemungkinan (OnlyFans) memberlakukan lagi pelarangan itu. Saya rasa semuanya harus mengantisipasi," ungkapnya.

Ketika platform media sosial OnlyFans pertama kali mengumumkan rencananya melarang konten seksual dan pornografi di situsnya Kamis pekan lalu, 19 Agustus, warganet kemudian membandingkannya dengan sejumlah platform lain yang kehilangan banyak penggunanya karena memilih untuk menjadi platform yang 'ramah keluarga'.

Situs blogging Tumblr yang sempat digandrungi anak muda periode 2010-an mengalami penurunan kunjungan di situsnya sebanyak 30 persen karena melarang konten porno pada 2018, menurut agensi pemantau lalu lintas internet SimilarWeb.

Tumblr, yang dibeli Yahoo seharga US$1,1 miliar pada 2013, akhirnya terpaksa dijual ke pemilik baru dengan harga yang relatif jauh lebih rendah, yakni US$3 juta pada lima tahun kemudian.

Sejak diluncurkan pada 2016, OnlyFans telah membayarkan lebih dari US$4,5 miliar kepada para content creator dari berbagai kalangan—termasuk sejumlah selebritas seperti penyanyi rap Cardi B dan Tyga, bintang porno ternama, juga sejumlah pelajar dan lansia yang menjadikan pendapatan OnlyFans sebagai pemasukan sampingan mereka.

Pendiri OnlyFans, Tim Stokely, mengatakan platformnya 'telah dipersulit' lembaga perbankan sehingga terpaksa mengeluarkan rencana kebijakan pelarangan konten seksual dan pornografi sebelumnya.

Menurut laporan Bloomberg, OnlyFans tengah berupaya meningkatkan pendanaan dengan valuasi senilai US$1 miliar. Meski berkembang pesat, platform itu kesulitan menarik investor karena citranya sebagai platform bagi pengguna untuk membagikan konten eksplisit seksual dan pornografi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel