OPEC Pangkas Prospek Permintaan Minyak di 2020 Imbas Virus Corona

Liputan6.com, Jakarta OPEC menurunkan perkiraan permintaan minyak pada tahun ini, dengan menyebut wabah Virus Corona sebagai penyebab utama. Permintaan minyak global diprediksi sebesar 0,99 juta barel per hari (bph), turun 0,23 juta barel per hari dari perkiraan sebelumnya.

Dalam laporannya, seperti mengutip laman CNBC, Kamis (13/2/2020), OPEC menyatakan dampak wabah Virus Corona pada ekonomi China menambah ketidakpastian pertumbuhan ekonomi global, serta perluasan pertumbuhan permintaan minyak global pada 2020.

Kondisi di China juga membutuhkan pemantauan dan penilaian berkelanjutan untuk mengukur implikasi pasar minyak pada tahun 2020.

Patokan internasional, minyak mentah Brent dan West Texas Intermediate (WTI) AS masing-masing turun sekitar 20 persen, sejak naik ke puncaknya pada awal Januari. Penurunan harga  terseret kekhawatiran atas permintaan di China dipicu wabah Virus Corona.

Permintaan minyak China juga direvisi turun 0,2 juta barel per hari di paruh pertama tahun ini, jika dibandingkan penilaian bulan OPEC sebelumnya.

Hal ini mengakibatkan kelompok produsen merevisi turun perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global menjadi 0,4 juta barel per hari sampai paruh pertama tahun 2020. Dengan besaran revisi untuk sepanjang tahun, sebesar turun 0,2 juta barel.

"Jelas, waktu wabah memperburuk dampak pada permintaan bahan bakar transportasi di China, karena bertepatan dengan liburan Tahun Baru Imlek China, ketika jutaan orang Tiongkok pulang ke rumah untuk merayakan bersama anggota keluarga dan teman, atau bepergian ke luar negeri," kata OPEC.

 

Pertemuan Darurat

Ilustrasi Harga Minyak Naik (Liputan6.com/Sangaji)

Dipimpin Arab Saudi, OPEC mendorong pertemuan darurat dengan mitra non-OPEC pada awal bulan ini untuk memotong produksi minyak dalam mengimbangi dampak Virus Corona.

Sebuah komite menghimbau para produsen untuk merekomendasikan pengurangan 600 ribu barel per hari dalam produksi minyak untuk membawa bantuan ke pasar energi.

Namun, Rusia masih mempertimbangkan apakah akan menandatangani pemotongan tambahan, hampir satu minggu setelah rekomendasi.

Pertemuan reguler OPEC ditetapkan untuk 5 Maret,pertemuan yang lebih awal dari yang dijadwalkan, tetapi belum ada pengumuman lebih lanjut.